PONTIANAKGLOBE -- PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk mencatatkan penjualan produk emas tumbuh 31% selama Januari - September 2022 atau mencapai 25,93 ton dibandingkan periode yang sama pada 2021 lalu yang mencapai 19,87 ton.
Penjualan emas tersebut, seperti diutarakan Syarif Faisal Alkadrie Sekretaris Perusahaan ANTAM, karena kondisi ekonomi nasional menunjukan pemulihan ekonomi yang positif.
"[Sehingga] berdampak terhadap peningkatan minat masyarakat berinvestasi emas mendukung tumbuhnya tingkat penyerapan produk emas logam mulia ANTAM di pasar domestik sepanjang periode kaurtal III/2022," kata Syarif baru-baru ini dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Rabu (11 Januari 2023).
Kenaikan penjualan emas juga karena ANTAM memiliki Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia dengan produk perhiasan dan emas batangan Batik Indonesia Seri III, pada Oktober 2022. Selain itu, pada bulan tersebut, ANTAM memproduksi emas batik perhiasa berupa liontin.
Sementara itu, khusus pada kuartal III/2022 kinerja penjualan emas ANTAM mencapai 12,46 ton atau tumbuh 81% dibandingkan periode kuartal II/2022 sebesar 6,89 ton.
Syarif menjelaskan dengan produksi logam emas berasal dari tambang perusahaan mencapai 6,89 ton yang membuat penjualan emas moncer karena harga logam emas global stabil.
"Laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,75 triliun atau tumbuh 45% year on year (YOY) dibandingkan dengan periode 2021 sebesar Rp1,20 triliun.