bisnis-market

Hilirisasi Salak Butuh Teknologi Tepat Guna Supaya Tidak Busuk, Begini Penjelasan Kemenperin

Kamis, 15 Desember 2022 | 07:19 WIB
Buah salak potensi ekspor besar perlu teknologi tepat guna (Pixabay)

PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Perindustrian sedang fokus menjalankan kebijakan hilirasasi komoditasi buah salak dari Sulawesi Utara karena memiliki potensi ekspor yang besar.

Konsentrasi terhadap produk turunan buah salak itu karena belum optimalnya pengembangan hilirisasi padahal produksi buah salak sangat tinggi.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi mengatakan persoalannya buah salak mudah rusak dan itu membuat kesulitan untuk segera didistribusikan.

“Namun, buah salak memiliki sifat mudah rusak. Selain itu, jika sudah terlepas dari tandannya, buah salak tidak dapat disimpan lama. Hal ini menjadi permasalahan saat masa panen tiba, jumlah salak melimpah namun tidak dapat segera didistribusikan,” kata Doddy dari siaran pers Kemenperin dikutip Pontianak Globe, Kamis (15 Desember 2022).

Saat masa panen, pohon salak dapat dipanen 2 kali/bulan dan setiap hektar kebun salak bisa menghasilkan 600-1000 kg buah salak.

Menurut data Balai Penyuluhan Pertanian, Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Ratahan Timur, di wilayah Pangu terdapat 553.000 pohon salak produktif.

Total produksi buah salak dari Minahasa Tenggara tercatat sebanyak 32.000 ton pada tahun 2020. Saat masa panen ini, harga salak di pasaran akan turun dari harga normal Rp10.000 menjadi Rp3.000 per Kg.

“Itu masalah besar bagi petani salak di Desa Pangu, Minahasa Tenggara. Oleh karena itu, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado berupaya untuk mencari solusinya dengan teknologi pengolahan buah salak menjadi produk pangan dodol salak,” kata Doddy.

Saat ini, BSPJI mempunya teknologi pembuatan dodol dari berbagai macam buah asli Sulawesi Utara seperti buah pala dan salak.

Kepala BSPJI Manado, Henry Pajow mengtakan mitra BSPJi yakni UD Mandiri memproduksi sekitar 400 pak dodol siap jual yang dalam setiap bulannya produksi sebanyak tiga kali berproduksi total mencapai 400 pak dodol.

Tags

Terkini