PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) pungutan ekspor (PE) periode 1–15 Juni 2023 mengalami penurunan sebesar 9,3% atau saat ini senilai US$811,68/MT.
Dilansir dari laman Kemendag penurunan harga refensi CPO dipengaruhi oleh menurunnya permintaan minyak kelapa sawit dunia dan penurunan minyak nabati seperti minyak kedelai dan biji bunga matahari.
"Serta adanya pembebasan tarif bea masuk minyak kedelai dan minyak bunga matahari oleh India, dan melemahnya kurs ringgit Malaysia terhadap dollar Amerika Serikat," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso, dikutip Pontianak Globe (1 Juni 2023).
Di sisi lain, harga referensi biji kakao periode Juni 2023 meningkat senilai US$31,91 atau sebesar 1,09% periode Juni 2023 atau senilai US$2.969/MT.
peningkatan harga referensi biji kakao itu berpengaruh terhadap peningkatan harga patokan ekspor senilai US&2.670/MT.