PONTIANAKGLOBE -- Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyampaikan kabar kurang enak. Menurutnya, keuangan AS akan kesulitan membayar utang alias gagal bayar.
Janet Yellen mengutarakan gagal bayar tersebut karena AS memiliki banyak segudang utang di berbagai sektor. Dampaknya, lanjut Janet, dilansir dari berbagai sumber akan mempengaruhi ekonomi negara.
Bahkan, masyarakat AS akan turut terimbas atas keadaan tersebut seperti kredit properti, jaminan sosial dan adanya pemutusan hubungan kerja besar-besaran.
Dampak dari ekonomi AS saat ini mengalami inflasi yang tinggi dan apabila gagal bayar utang tersebut terjadi, kata Janet Yellen, semakin membuat inflasi melambung tinggi.
Dia menjelaskan Pemerintah AS hanya bisa membayar utang-utang yang ada pada Juni 2023 ini. Bahkan, tidak pemerintah tidak mampu menegosiasi untuk menambah waktu agar bisa melunasi utang-utangnya.
Hingga berita ini diturunkan, utang AS sudah mencapai US$31,4 triliun atau jika dirupiahkan sebanyak Rp469,51 triliun