bisnis-market

Jokowi Instruksikan Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 05:15 WIB
Presiden Jokowi menggelar rapat bersama para menteri. (BPMI Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

BACA JUGA: Sejarah SV Werder Bremen, Klub Sepak Bola Tempat Mesut Ozil Pernah Berkarir dan Akhirnya Dilirik Real Madrid

BACA JUGA: Salah Satu Alkitab Tertua Akan Dilelang Seharga Minimal Rp450 Miliar

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa saat ini pemerintah telah melakukan langkah-langkah persiapan salah satunya dalam menekan harga bahan pokok.

BACA JUGA: Viral Medos Peter Gontha Sebut Mobil Pribadi Masuk Apron Bandara Soetta. Ampun Barangnya Banyak Amat

Demikian disampaikan Menko Perekonomian dalam keterangannya usai mengikuti rapat internal yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 24 Maret 2023.

“Saya rasa semua relatif aman. Tentu stok yang tergantung impor ada yang terkait tadi seperti yang disampaikan Pak Arief (Kepala Badan Pangan Nasional) (seperti) daging, yang berikut kedelai, tentu kita minta supaya pengadaannya segera,” ujar Menko Perekonomian.

BACA JUGA: Resep Cara Membuat Es Kopyor Kelapa Muda. Sangat Mudah dan Cocok untuk Berbuka Puasa

Selanjutnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa saat ini langkah-langkah persiapan menjelang lebaran tersebut sudah berjalan hampir 90 persen.

“Persiapan lebaran tadi hampir 90 persen on the track, mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa. Ketersediaan pangan cukup sampai hari ini, harga masih terkendali,” ucap Mendag.

Lebih lanjut, Mendag mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan Bulog untuk dapat menyerap beras hasil panen secara maksimal.

“Tadi arahan Presiden agar Bulog menyerap gabah atau beras hasil panen dari petani semaksimal mungkin, sebanyak-banyaknya,” tutur Mendag. ***

Tags

Terkini