PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui perluasan perlindungan risiko bagi petani.
Melalui PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), IFG memperluas cakupan perlindungan terhadap sektor pertanian guna memastikan keberlanjutan produksi pangan di tengah tantangan iklim dan risiko lainnya.
Baca Juga: Semangat Gawai dan Mantan Dara Gawai 1998, Helena Ali
Hingga akhir 2024, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dikelola Jasindo telah mencakup lebih dari 278 ribu hektare lahan pertanian dan melindungi hampir 500 ribu petani di seluruh Indonesia.
Di Jawa Barat, sekitar 90 ribu hektare sawah telah diasuransikan, dengan nilai klaim mencapai Rp10,8 miliar yang disalurkan kepada 272 kelompok tani.
Kabupaten Karawang tercatat sebagai wilayah dengan cakupan perlindungan terbesar, yakni lebih dari 40 ribu hektare sawah.
Langkah ini menjadi kontribusi nyata IFG dalam mendukung pencapaian salah satu Asta Cita Pemerintah Indonesia, yaitu kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Skema asuransi seperti AUTP terbukti memberikan rasa aman bagi petani dan mendorong keberlanjutan produksi pangan nasional.
Baca Juga: 'Technical Meeting' Gawai Dayak, Milik Kita! Gunakan Hastag #PGD392025
Petani Indonesia menghadapi beragam tantangan, mulai dari perubahan iklim ekstrem seperti yang terjadi di awal 2025, hingga serangan hama dan penyakit tanaman.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, perlindungan risiko melalui asuransi menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Melalui perlindungan risiko yang diberikan Jasindo, IFG berperan aktif mendukung pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan ketahanan nasional yang berkelanjutan. IFG hadir bukan hanya sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan nasional. Kami percaya, asuransi tidak hanya menanggung potensi kerugian, tetapi juga mendorong petani untuk lebih berani dalam berproduksi dan berinvestasi,” ujar Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG.
Baca Juga: Refleksi Perayaan Pekan Gawai Dayak ke – 39 , Kembali ke Akar
Selain memberikan proteksi terhadap risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan serangan hama, Jasindo juga aktif meningkatkan literasi asuransi pertanian di masyarakat.
Tim edukasi telah dibentuk untuk melakukan sosialisasi dan edukasi langsung ke lapangan.