bisnis-market

BTN Resmi Ambil Alih Bank Victoria Syariah, Ini Rencana Besarnya

Selasa, 21 Januari 2025 | 08:40 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi memulai langkah strategisnya dengan mengakuisisi 100 persen saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi memulai langkah strategisnya dengan mengakuisisi 100 persen saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS).

Akuisisi ini bertujuan memperkuat posisi BTN di pasar perbankan syariah nasional sekaligus mendukung transformasi BTN Syariah menjadi bank umum syariah yang mandiri.

Baca Juga: Amerika Serikat Resmi Blokir TikTok, Pengguna Terancam Denda Rp81,9 Juta

Proses ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) di Jakarta pada 15 Januari 2025, yang melibatkan seluruh pemegang saham BVIS.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi memulai proses akuisisi terhadap PT Bank Victoria Syariah (BVIS), sebuah bank umum syariah.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) bersama para pemegang saham BVIS di Jakarta pada Rabu, 15 Januari 2025.

Melalui perjanjian tersebut, BTN akan mengakuisisi 100 persen saham BVIS yang saat ini dimiliki oleh PT Victoria Investama Tbk, PT Bank Victoria International Tbk, dan Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta.

Berdasarkan Ringkasan Rancangan Pengambilalihan yang dipublikasikan, Victoria Investama memegang mayoritas saham sebesar 80,18 persen, diikuti oleh Bank Victoria International sebesar 19,80 persen, dan BHP Jakarta dengan 0,0016 persen.

Akuisisi ini akan menjadikan BTN sebagai pemilik penuh BVIS, dengan total nominal sebesar Rp1,06 triliun.

Proses pembelian dilakukan menggunakan pendanaan internal BTN yang telah disiapkan sesuai rencana bisnis.

Baca Juga: Amerika Serikat Resmi Blokir TikTok, Pengguna Terancam Denda Rp81,9 Juta

Strategi Pembentukan Bank Umum Syariah

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk membentuk bank umum syariah (BUS) melalui pendekatan anorganik.

Setelah akuisisi ini disetujui oleh regulator, BTN berencana melakukan spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) BTN, yakni BTN Syariah, dan mengintegrasikannya ke BVIS untuk membentuk BUS baru.

“BTN melihat potensi besar pada ekonomi syariah di Indonesia. Kami ingin mendukung sektor ini dengan menawarkan layanan perbankan dan keuangan syariah yang kompetitif, khususnya untuk sektor perumahan. Kesepakatan ini akan memperkuat posisi BTN Syariah dan menjawab kebutuhan pasar syariah yang terus berkembang,” ungkap Nixon.

Halaman:

Tags

Terkini