Menkomdigi: Tidak Ada Serangan Siber di BRI
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, juga membantah tuduhan adanya serangan ransomware terhadap BRI.
Ia memastikan, setelah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bahwa tidak ada peretasan atau kebocoran data yang terjadi.
"Sejauh ini, berdasarkan koordinasi kami dengan BSSN, tidak ada peretasan yang menyasar sektor perbankan, termasuk BRI," tegas Meutya pada 21 Desember 2024.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi dari media sosial tanpa verifikasi melalui sumber kredibel.
Kontroversi serupa pernah terjadi pada November 2024 ketika Mr Bert mengklaim bahwa data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) telah bocor.
Menurutnya, kebocoran tersebut dapat digunakan untuk mengakses rekening bank secara ilegal.
Namun, klaim ini juga dibantah oleh spesialis keamanan teknologi Alfons Tanujaya.
Ia menegaskan bahwa data INAFIS tidak dapat digunakan untuk membobol rekening bank tanpa akses ke kredensial mobile banking dan OTP nasabah.
"Tidak ada risiko rekening diambil alih atau dana dicuri hanya karena kebocoran INAFIS," jelas Alfons melalui akun Instagramnya @alfonstan pada 4 November 2024.
Klaim Mr Bert soal keamanan data perbankan memang menarik perhatian publik.
Namun, berbagai pernyataannya sering kali tidak didukung oleh bukti kuat dan telah ditepis oleh para ahli maupun pemerintah.
Sebagai masyarakat digital, penting untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama dari media sosial.
Pastikan berita yang Anda percaya berasal dari sumber terpercaya agar tidak terjebak dalam misinformasi. ***