Salah satu fokusnya adalah sistem anti-fraud dan analisis risiko, yang menggunakan big data dari berbagai sumber, termasuk data tidak terstruktur.
Baca Juga: BRI Gencarkan BRIGuna Digital, Sebagai Langkah BRI Menjawab Tantangan Pinjaman Online
Teknologi ini membantu mendeteksi penipuan, mengevaluasi risiko, serta mendukung pengembangan produk BRI.
AI juga diintegrasikan ke dalam layanan pintar di semua lini, mulai dari back office hingga front office.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara menyeluruh.
Arga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penggunaan AI.
“AI memberikan banyak manfaat, tetapi kita harus tetap mengedepankan nilai dan tata kelola yang baik dalam penggunaannya agar tidak berdampak negatif,” pungkasnya. ***