bisnis-market

Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional, BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor

Kamis, 7 November 2024 | 20:10 WIB
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI menyelenggarakan Pelatihan Ekspor bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Program ini merupakan kolaborasi antara BRI, BRI Research Institute (BRIRIns), dan PPEJP. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- BRI terus memperkuat komitmen mendukung pengusaha lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI menyelenggarakan Pelatihan Ekspor bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.105 Triliun, Inisiatif Memajukan Ekonomi Nasional

Program ini merupakan kolaborasi antara BRI, BRI Research Institute (BRIRIns), dan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP).

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di PPEJP Jakarta pada 29-31 Oktober 2024 ini diikuti oleh 30 calon eksportir yang merupakan UMKM binaan BRI dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan dasar ekspor agar mampu mengembangkan bisnis mereka ke pasar nasional dan internasional.

“Harapannya, UMKM bisa menjaga kualitas produknya, membuka pasar yang lebih luas, dan akhirnya naik kelas dengan mengakses pasar global,” ujar Catur Budi Harto.

Menurut Catur, kegiatan ekspor merupakan kesempatan emas bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan skala bisnis.

Baca Juga: Menghadapi 1.300 Bencana di 2024, BRI Perkuat Tim Elang Relawan di Jambore Nasional

BRI berharap, melalui program ini, pelaku usaha dapat lebih percaya diri dan siap membawa produk mereka ke pasar internasional.

Selama pelatihan, para peserta diperkenalkan pada berbagai keterampilan, termasuk dasar-dasar ekspor, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), pengembangan produk yang sesuai untuk pasar internasional, serta strategi untuk menemukan pembeli di luar negeri.

Pengetahuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi peserta dalam menjalani karier sebagai eksportir.

Ade Ariyanti, pemilik UMKM Sambal Mak Kocai, merupakan salah satu peserta pelatihan yang merasakan manfaat program ini.

Setelah terdampak PHK pada masa pandemi Covid-19, Ade merintis bisnis sambal tradisional yang kaya akan vitamin C untuk membantu menjaga imunitas.

Produk Sambal Mak Kocai miliknya mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar, terutama saat masa lockdown.

Halaman:

Tags

Terkini