PONTIANAKGLOBE -- Lapangan Usaha industri peongolahan Kalimantan Barat mengalami perlambatan pertumbuhan sepanjang kuartal I/2023 kenati tumbuh 4,36% year on year (y-o-y). Padahal kuartal IV/2022 tumbuh sebesar 9,61% (y-o-y).
Bank Indonesia mencatatkan pertumbuhan LU industri pengolahan pada kuartal I/2023 terutama ditopang oleh volume produksi industri pengolahan crude palm oil (CPO) yang tumbuh 41,21% (y-o-y), melebihi pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 40,69% (y-o-y).
Pertumbuhan volume produksi CPO ditopang oleh beberapa faktor antara lain meningkatnya ketersediaan bahan baku tandan buah segar (TBS) sejalan dengan kontinuitas pemupukan yang terus dilakukan khususnya perkebunan sawit perusahaan
"Kedua kondisi cuaca yang kondusif dengan curah hujan yang optimal pada sentra produksi TBS, dan tingkat permintaan terhadap CPO yang terjaga seiring dengan reopening perekonomian di negera Tiongkok yang merupakan salah satu tujuan utama ekspor CPO Indonesia," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia NA Anggini Sari dikutip Pontianak Globe, Sabtu (1 Juli 2023)
Selain itu, perlambatan disebabkan melambatnya pertumbuhan produksi alumina di Kalbar sejalan dengan high based effect yang tercermin dari volume ekspor alumina Kalbar kuartal/I 2023 yang tumbuh 16,51% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 59,38% (yoy).
Adapun perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh kapasitas produksi alumina yang sudah tinggi pada kuartal I tahun sebelumnya seiring dengan finalisasi tahap 2 refinery alumina di Ketapang.
Artikel Terkait
Harga CPO Periode 1-15 Mei 2023 Naik Dampak Libur Idul Fitri di Malaysia dan Indonesia
Penghasil CPO Terbesar di Dunia, Indonesia Bakal Punya Ekspor Bursa Berjangka Lepas Dari Kuala Lumpur
Segini Harga TBS Sawit Periode III Juni 2023