PONTIANAKGLOBE -- Nilai ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami penurunan dari US$229,01 juta pada Februari 2023 menjadi US$128,16 juta pada Maret 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan komoditas penyumbang ekspor Kalbar pada Maret 2023 meliputi bahan Kimia Anorganik (HS28) sebesar 44,54%, berbagai Produk Kimia (HS38) berkontribusi sebanyak 17,11%, lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15) sebesar 13,11%.
"Karet dan Barang dari Karet (HS40) menyumbang 8,11%, Kayu dan Barang dari Kayu (HS44) sebesar 3,85% dan Buah-buahan (HS08) yang menyumbang 2,87%," papar BPS dikutip Pontianak Globe, Rabu (3 Mei 2023).
Komoditas lain penyumbang ekspor dari Kalbar yakni ampas sebesar 2,43%, bijih, kerak dan abu logam sebesar 2,10%, bahan-bahan nabtai sebesar 1,90% dan tembakau sebesar 1,10%.
India, Tiongkok, dan Malaysia masih menjadi tiga negara tujuan ekspor Kalimantan Barat terbesar pada Maret 2023, masing-masing mencapai nilai ekspor dengan kontribusi US$103,51 juta atau 80,77%.
Artikel Terkait
Kamar Dagang Malaysia dan China Tekan MoU Kerjasama Minyak Sawit, Dorong Penggunaan CPO Dengan AI
Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar Komitmen Bangun Jalan Rusak
GAPKI Ingin Produksi Kelapa Sawit Meningkat Melalui Peremajaan Sawit Rakyat
Logam Mulia Perhiasan ke Swiss Dongkrak Ekspor Non Migas Tertinggi Indonesia Sepanjang Maret 2023
Ekspor Olahan Minyak Kelapa Sawit Naik Sebanyak 2,25 Juta Ton, China Sumbang Permintaan Tertinggi