PONTIANAKGLOBE -- Ekspor non migas dongkrak ekspor Indonesia yang surplus sepanjang Maret 2023 tercatat mencapai US$2,91 miliar.
Komoditas golongan barang non migas penyumbang ekspor tanah air dari bahan logam mulia perhiasan atau permata naik sebesar 93,04%, bijih, kerak dan abu logam naik sebesar 52,28%, tembaga dan barang sebesar 42,01%.
Selain itu, golongan barang bahan kimia organik yang naik sebesar 36,97%, serta olahan dari tepung naik sebesar 29,57%.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan tujuan ekspor non migas Indonesia mencakup kawasan emerging market dan developing economies yang tumbuh signifikan.
"Ekspor non migas ke kawasan Amerika Selatan dan Asia Barat menguat masing-masing sebesar 66,59% dan 160,11%. Ekspor non migas ke kawasan Eropa Barat juga naik sebesar 50,05%," kata Zulkifli Hasan dilansir dari laman Kemendag dikutip Pontianak Globe, Kamis (20 April 2023).
Adapun ekspor non migas ke mayoritas 30 negara utama tercatat naik pada 2023 dibandingkan dengan Februari 2023. Tujuan utama ekspor Indonesia di Swiss melonjak 214,33%, Rusia naik 70,32%, Italia sebesar 58,89%, Belgia sebesar 40,80% dan Spanyol naik 40,06%.
Ekspor non migas ke Swiss karena permintaan tinggi logam mulia, perhiasan sebesar 226,84%, instrumen optik, fotografi, sinematografi dan medis sebesar 15,78%, minyak atsiri naik 39,72%, dan ekspor kendaraan ke Swiss meningkat 74,14%.
Artikel Terkait
Pemerintah Swiss Bantu Paket Laboratorium Solar Fotovoltaik Untuk Kementerian ESDM
Sejarah Ballarat, Kota Terbesar Ketiga di Negara Bagian Victoria Australia dan Kisah Tambang Emas
ANTAM Gencar Jual Emas, Penjualan Selama 2022 Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Sejarah Singkat Jam Tangan Mido, Meski Didirikan di Swiss Tapi Ini Arti Sebenarnya dalam Bahasa Spanyol