PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode April–Juni 2025 bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dan 24 golongan pelanggan bersubsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa keputusan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan daya saing usaha di tengah situasi ekonomi saat ini.
Baca Juga: Setelah Isu Selingkuh dengan Ridwan Kamil Viral, Lisa Mariana Pilih Bungkam Sementara, Ada Apa?
"Untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing usaha, diputuskan tarif tenaga listrik triwulan II tahun 2025 tetap," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 27 Maret 2025.
Sebanyak 24 golongan pelanggan bersubsidi yang tidak mengalami kenaikan tarif mencakup berbagai sektor, seperti pelanggan sosial, rumah tangga miskin, industri kecil, serta pelanggan yang menggunakan listrik untuk UMKM.
Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, tarif listrik triwulan II tahun 2025 ditetapkan berdasarkan realisasi parameter ekonomi makro pada November 2024 hingga Januari 2025.
Meskipun data ekonomi menunjukkan adanya potensi kenaikan, pemerintah tetap mempertahankan tarif demi melindungi daya beli masyarakat.
Baca Juga: Sebelum Diterpa Isu Selingkuh, Ridwan Kamil Pernah Disinggung Atalia Soal Kesetiaan
Stimulus Tarif Listrik Berakhir
Sebelumnya, pada Januari dan Februari 2025, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon 50% biaya listrik bagi pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya hingga 2.200 VA.
Namun, diskon tersebut telah berakhir pada 28 Februari 2025, dan tarif listrik kembali normal mulai 1 Maret 2025.
"Tarif normal atau tetap ini akan berlanjut pada triwulan II 2025," tambah Bahlil.
Kementerian ESDM mendorong PT PLN (Persero) untuk terus melakukan efisiensi operasional dan meningkatkan penjualan tenaga listrik secara agresif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sambil tetap memperkuat daya saing sektor usaha di tengah tantangan ekonomi. ***
Artikel Terkait
Potensi Karbon Indonesia Luar Biasa. Begini Tawaran Menteri Bahlil Lahadalia Terkait Mekanisme Pasar Karbon
Fatwa MUI Serukan Boikot Produk Israel, Begini Dampaknya Bagi Investasi Menurut Bahlil Lahadalia
FOKUSMAKER Dukung Bahlil Lahadalia sebagai Calon Ketua Umum Golkar: Sosok Tepat untuk Pimpin Partai
Sutarmidji-Didi Haryono Amankan Dukungan Golkar dan 6 Partai Lain untuk Pilgub Kalbar, Begini Respon Bahlil Lahadalia
Pembatasan BBM Subsidi Batal 1 Oktober, Kapan Kebijakan Akan Berlaku? Simak Penjelasan Monohok Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Harga LPG 3 Kg Rp19.000 Sudah Mahal, Ini Aturan Barunya