Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham terbesar di SRIL ada di tangan Iwan Setiawan (0,53 persen), disusul Iwan Kurniawan (0,52 persen), Vonny (0,01 persen), serta Margaret dan Lenny (masing-masing 0,01 persen).
Setelah HM Lukminto meninggal pada 5 Februari 2014 di Singapura, kepemimpinan perusahaan beralih ke putra sulungnya, Iwan Setiawan Lukminto.
Kemudian, tongkat estafet kepemimpinan jatuh ke tangan Iwan Kurniawan Lukminto.
Tampaknya, dengan kebangkrutan Sritex, masa depan industri tekstil nasional pun dipertanyakan.
Akankah ada kebangkitan baru, atau ini menjadi akhir dari kejayaan Sritex? ***
Artikel Terkait
Profil Mayjen TNI Jamalulael, Pangdam Baru XII/Tanjungpura yang Siap Membawa Perubahan
Profil Nikki Glaser, Komedian yang Menghebohkan Golden Globes 2025 karena Kontroversi tentang Tuhan
Profil Agnes Jennifer, TikToker Tajir yang Diselingkuhi Suami, Ternyata Ada Hubungan dengan Rafi Ahmad, Begini Katanya
Brian Yuliarto Resmi Jadi Mendiktisaintek, Ini Profil dan Kekayaannya
Profil Martua Sitorus dan Wilmar International, Perjalanan dari Pedagang Udang ke Miliarder Sawit Dunia
Profil Tjhai Chui Mie, Perempuan Tionghoa Pertama yang Jadi Wali Kota di Indonesia