3 Fakta Menohok Danantara, Prabowo Tak Ingin Lagi RI ‘Jual Murah’, Lembaga Investasi Ini Punya Aset di Atas Qatar dan Hong Kong

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 27 Februari 2025 | 16:36 WIB
Presiden Prabowo saat peresmian Danantara pada Senin, 24 Februari 2025.  (Instagram @prabowo)
Presiden Prabowo saat peresmian Danantara pada Senin, 24 Februari 2025. (Instagram @prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menjadi sorotan publik setelah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 Februari 2025.

Prabowo menegaskan bahwa Danantara bukan sekadar badan pengelola investasi, melainkan kekuatan ekonomi yang akan menjadi motor pembangunan masa depan Indonesia.

Baca Juga: Pengguna Pertamax Keluhkan Performa Motor Menurun, Diduga Terkait Dugaan Kecurangan Pertamina

"Danantara harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang mampu mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Indonesia dengan standar transparansi dan akuntabilitas yang tinggi," ujar Prabowo dalam peresmian tersebut.

Lembaga ini akan mengelola aset negara hasil dari efisiensi anggaran guna mendukung proyek-proyek strategis nasional.

Berikut tiga fakta menarik tentang Danantara:

1. Kelola Rp300 Triliun Hasil Efisiensi Anggaran

Prabowo mengungkapkan bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahannya, pihaknya telah berhasil mengamankan lebih dari Rp300 triliun dari hasil efisiensi anggaran.

Dana tersebut akan dikelola oleh Danantara untuk mendukung 20 proyek nasional.

"Dana ini sebelumnya terhambat oleh inefisiensi, korupsi, dan belanja yang kurang tepat sasaran," jelasnya.

Keberadaan Danantara diharapkan dapat meminimalkan kebocoran anggaran dan memastikan pemanfaatan dana yang lebih optimal.

Baca Juga: Ini Dia HP dengan Kamera Terbaik 2025, 3 Pilihan dengan Kualitas DSLR, RAM 12GB+, dan Baterai 5000mAh

2. Prabowo: RI Tidak Lagi ‘Jual Murah’

Sebelumnya, Prabowo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025.

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus berhenti menjual murah sumber daya alamnya ke negara lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X