Ainur mendapatkan bantuan berupa peralatan produksi, pelatihan kewirausahaan, hingga kesempatan mengikuti pameran.
Untuk pemasaran daring, Ainur memanfaatkan platform Localoka yang dikembangkan BRI dan marketplace populer seperti Tokopedia.
Pendekatan ini memperluas jangkauan produk hingga ke luar daerah.
Bertahan di Tengah Pandemi
Pandemi Covid-19 menjadi tantangan berat bagi usaha Ainur.
Distribusi produk sempat terhenti akibat pembatasan aktivitas masyarakat.
Namun, Ainur tidak menyerah.
Dengan kreativitas dan semangat inovasi, ia melakukan diversifikasi produk, menciptakan olahan baru seperti kerupuk, makaroni, abon, dan sambal telur asin.
Langkah ini tidak hanya mempertahankan usahanya tetapi juga membuka peluang pasar baru.
Program ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dan sosial melalui pemberdayaan UMKM.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, mengungkapkan bahwa program FIL merupakan bentuk apresiasi kepada figur inspiratif lokal yang memberikan dampak positif di masyarakat.
“Mereka adalah inisiator murni yang berhasil memberikan pengaruh baik bagi pelaku usaha dan UMKM di lingkungan sekitar,” ujar Supari.
Melalui dukungan BRI, kisah sukses Ainur menjadi bukti bahwa kolaborasi antara inovasi individu dan program pemberdayaan mampu menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat. ***
Artikel Terkait
BRI Kembali Diganjar Penghargaan di BI Awards 2024, Primary Dealer Terbaik dan Inovasi Operasi Moneter
Yuk Jalan-jalan ke Desa Batuan Sukawati di Gianyar Bali, Desa BRILiaN dengan Sejuta Potensi Alam dan Budaya
BRI Dominasi Digital Banking Awards 2024 Berkat Inovasi Data dan Kolaborasi
BRI Gencarkan BRIGuna Digital, Sebagai Langkah BRI Menjawab Tantangan Pinjaman Online
Kisah Saiban dan BRI, Kolaborasi Hebat Berdayakan UMKM Ponorogo
Salurkan Kredit Rp199,83 Triliun, Bukti Komitmen BRI untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional