Latte Factor hingga Pinjol, Begini Cara Cerdas BRI Membimbing Generasi Muda Kelola Uang

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 November 2024 | 22:23 WIB
Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani, mengungkapkan banyak anak muda yang terjebak dalam fenomena Latte Factor -- pengeluaran kecil yang terlihat sepele, seperti untuk kopi, langganan streaming, atau makanan kekinian. (Dok. Pontianak Globe)
Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani, mengungkapkan banyak anak muda yang terjebak dalam fenomena Latte Factor -- pengeluaran kecil yang terlihat sepele, seperti untuk kopi, langganan streaming, atau makanan kekinian. (Dok. Pontianak Globe)

“Kemudahan akses teknologi dan internet menjadi salah satu penyebab utama. Pinjaman online menawarkan proses praktis, syarat mudah, dan persetujuan instan yang menarik minat banyak orang. Ditambah lagi, kondisi keuangan yang tidak stabil atau gaya hidup konsumtif memperburuk situasi,” jelas Handayani.

Baca Juga: BRI Gelar Treasury Banking Summit, Perkuat Kolaborasi untuk Semakin Menumbuhkan Institusi Perbankan Lebih Solid dan Modern

Minimnya edukasi keuangan juga membuat anak muda mudah tergiur pinjaman online, yang sering kali memiliki bunga tinggi dan risiko besar.

Meski menghadirkan tantangan, keberadaan pinjaman online juga menjadi peluang untuk mendorong transformasi digital dalam perbankan.

Menurut Handayani, bank harus terus berinovasi dalam layanan digital agar dapat bersaing dengan platform pinjaman online.

“BRI, misalnya, telah meluncurkan BRIGuna Digital melalui platform BRImo sebagai jawaban atas tren ini. BRImo menawarkan lebih dari 100 fitur, termasuk tabungan, pembayaran, dan akses pinjaman berbasis digital,” ungkapnya.

BRImo dirancang sebagai super apps yang mengintegrasikan kebutuhan finansial dengan gaya hidup digital, seperti belanja online, transportasi, hingga hiburan.

Platform ini juga menyediakan fasilitas kredit konsumtif dan produktif dengan proses digital yang cepat -- hanya sekitar 15 menit -- serta bunga yang kompetitif.

Melalui fitur ini, BRI berharap dapat memberikan solusi pinjaman yang aman dan transparan, sekaligus membantu pengguna mengelola keuangan dengan lebih baik.

Tidak hanya menghadirkan solusi digital, BRI juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang baik.

Handayani menyebutkan, BRI secara rutin mengadakan program literasi keuangan di berbagai segmen, termasuk anak muda, pelajar, hingga pensiunan.

“Kami juga rutin mengunjungi universitas untuk meningkatkan pemahaman anak muda tentang cara mengelola keuangan, memilih investasi yang tepat, dan menghindari risiko pinjaman online,” tambahnya.

Dengan strategi ini, BRI berharap dapat mendukung generasi muda Indonesia untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan, membangun masa depan yang stabil, dan terhindar dari jeratan utang yang merugikan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X