Hermanto Tanoko, Pengusaha Surabaya, Dulu Tak Mampu Beli Kelereng Kini Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 5 November 2024 | 21:06 WIB
Potret Pengusaha Kaya Asal Surabaya, Hermanto Tanoko. Yuk intip kisah suksesnya. (Instagram.com/@htanoko)
Potret Pengusaha Kaya Asal Surabaya, Hermanto Tanoko. Yuk intip kisah suksesnya. (Instagram.com/@htanoko)

Mulai Belajar Bisnis Sejak Usia 5 Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Helmy Yahya mengungkapkan kekagumannya terhadap latar belakang ekonomi Tanoko yang tergolong kurang mampu.

Baca Juga: Dody Hanggodo Resmi Jadi Menteri PU, Inilah Sosok Pengusaha Perkebunan Sawit di Kalimantan

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk belajar tentang bisnis sejak dini.

Tanoko mengenang masa kecilnya ketika ia tidak mampu membeli kelereng atau gundu untuk bermain bersama teman-temannya.

“Dulu, saya hidup susah. Saat teman-teman bermain kelereng, saya tidak bisa ikut karena tidak mampu,” kenangnya.

Saat berusia 5 tahun, ibunya mengajaknya membeli tepung terigu yang harganya sedang naik.

Dari situ, Tanoko kecil mulai memahami bahwa mencari uang itu tidak mudah dan banyak orang yang lebih sulit hidupnya dibandingkan dirinya.

“Minta beli biskuit, beli minyak goreng. Lama-lama saya mengerti tentang keuntungan dalam bisnis dan bahwa mencari uang itu tidak mudah,” ujarnya.

Tanoko mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya mendidiknya untuk menjadi pribadi yang mau bekerja keras demi mencapai kesuksesan.

Dia masih ingat ketika orang tuanya belum memiliki kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1960.

Orang tua Tanoko berjuang keras untuk menghidupi keluarga dengan berjualan barang-barang bekas dan mengayuh sepeda dari Singosari untuk menjual hasil bumi ke Kota Malang, Jawa Timur.

“Kala itu kami tidak bisa berdagang, dan hidup kami terlunta-lunta selama beberapa tahun. Namun, ayah saya luar biasa pekerja keras,” tegas Tanoko.

Tanoko menganggap kedua orang tuanya adalah teladan pekerja keras karena mereka tidak pernah mengeluh meski bisnisnya terhambat karena belum memiliki izin sebagai warga negara Indonesia.

Dulu, dia hanya makan ikan teri dan sego jagung, tanpa pernah merasakan lauk pauk mewah seperti ayam goreng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X