Khutbah Jumat 6 Januari 2023 Tema Hidup yang Bermakna. Bisa Menjadi Contoh Materi Khutbah Jumat 2023

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Rabu, 4 Januari 2023 | 11:03 WIB
Masjid Agung Sultan Qaboos. (Pixabay/Makalu)
Masjid Agung Sultan Qaboos. (Pixabay/Makalu)

Seorang muslim yang baik adalah yang mampu dan bisa menjadi pembuka kebajikan, di manapun ia berada. Karena kebajikan adalah pintu menuju surge. Hal ini telah diingatkan Rasulullah SAW dalam hadisnya;

"Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran akan mengantarkan kepada kebajikan dan kebajikan akan mengantarkan kepada surga. "(HR. Muslim).

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia Ada sebuah ilustrasi yang sangat indah yang digambarkan Nabi SAW terkait dengan urgensi kebajikan sebagai penjaga dari panasnya api neraka. Beliau bersabda:

"Takutlah kalian dengan (siksa) neraka walaupun dengan (bersedekah) sepotong kurma. Maka apabila kalian tidak menemukannya cukuplah dengan perkataan yang baik ". (H.R. Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW mengungkapkan kelebihan "amal jariyah" di antara seluruh jenis kebajikan dalam Islam, yaitu pahalanya tetap mengalir walaupun orang yang melakukannya telah meninggal dunia. Sabda Rasulullah SAW: 

''Apabila meninggal anak Adam, maka terputus/ah amalnya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sa/eh yang mendoakan (kedua orang tua) nya". (HR. Bukhari-Muslim).

Suatu hal yang penting untuk direnungkan bahwa Islam memberi prioritas terhadap amal jariyah, yaitu amal kebajikan yang memberi manfaat lebih lama dan lebih luas dalam konteks kehidupan duniawi.

Semua amal jariyah memang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kemanusiaan. Akan tetapi kenapa sebagian besar umat Islam saat ini tertinggal dibanding umat lain dibidang kemajuan sosial, ekonomi dan tekhnologi?

Penyebabnya antara lain karena umat Islam kurang memberi perhatian pada amal jariyah. Umat Islam diabad kejayaan masa lalu bisa tampil memimpin peradaban dunia karena ditopang oleh akidah yang kokoh dan amal jariyah yang luas.

Bagi seorang muslim, setiap saat dari hidupnya merupakan kesempatan untuk beribadah dan berbuat baik. Hidup yang bermakna adalah hidup yang memberi manfaat kepada orang lain.

Setiap muslim harus sadar bahwa seluruh perbuatan dan kerja kita didunia ini, tidak akan hilang begitu saja ditelan masa, tapi semuanya ditulis dalam buku catatan amal yang akan diterima secara terbuka ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang masyhar.

"Seorang mukmin harus dapat mengelola dunia untuk kepentingan akhirat". Kata Imam AI-Qurtubi.

Sungguh tepat kita renungkan ungkapan Ali Syariati, pemikir muslim asal Iran dalam bukunya Humanisme, Antara Islam dan Mazhab Barat.

"Seorang yang saleh tak akan dibiarkan sendiri oleh kehidupan. Kehidupan akan menggerakkannya dan zaman akan mencatat amal baiknya"

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: Kumpulan Naskah Khutbah Membentuk Generasi Qurani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X