Setelah mendapatkan lisensi mengajarnya pada tahun 1957, Joseph Alois Ratzinger mengajar dogma dan teologi di sekolah tinggi filsafat dan teologi di Freising hingga tahun 1959.
Joseph Alois Ratzinger kemudian pindah ke Universitas Bonn (1959–69) dan juga mengajar di universitas di Münster (1963–66) dan-- atas undangan teologHans Küng -- Tübingen (1966–69). Pada tahun 1969 dia pindah ke Universitas Regensburg, di mana Joseph Alois Ratzinger kemudian menjadi wakil presiden.
Selama karir akademiknya yang panjang, Ratzinger menulis sejumlah karya teologi penting, termasuk Pengantar Kekristenan (1968) dan Dogma dan Wahyu (1973).
Karyanya di bidang teologi menarik perhatian uskup agung Cologne, Joseph Frings, yang meminta Ratzinger untuk melayani sebagai asisten ahlinya diKonsili Vatikan Kedua (1962–65).
Salah satu tokoh yang lebih progresif di dewan tersebut, Ratzinger menentang mereka yang berharap membatasi reformasi.
Dia berkontribusi pada sebuah dokumen yang mengkritik keras Kongregasi Kantor Suci dan yang akhirnya mengarah pada reorganisasi oleh Paus Paulus VI (1963–1978) sebagai Kongregasi untuk Ajaran Iman.
Tahun-tahun universitas Ratzinger, bagaimanapun, membawa transformasi pandangannya. Protes dan kecaman mahasiswa terhadap agama Kristen yang dia saksikan saat mengajar di Tübingen mengingatkannya pada taktik Nazi dan secara bertahap membawanya untuk mengadopsi perspektif teologis yang lebih konservatif. ***
Untuk mengikuti berita-berita seputar Paus Benediktus XVI, Anda bisa menemukannya dengan mengakses link berikut ini: Paus Benediktus XVI.
Artikel Terkait
Santo Paus Kalistus I Bekas Budak Belian yang Terpilih Menjadi Paus Ke-16
Paus Fransiskus Peringati 60 Tahun Konsili Vatikan 2 Ingatkan Bahaya Progresivisme Duniawi dan Tradisionalisme
Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Serahkan Hadiah Khusus kepada Paus Fransiskus di Vatikan
Paus Benediktus XVI Sakit Keras, Paus Fransiskus Meminta Kita Semua Mendoakannya
Selamat Jalan, Paus Emeritus Benediktus XVI Meninggal Dunia