Apakah Merayakan Tahun Baru Dilarang Dalam Islam ? Pertanyaan Ini Sering Muncul Saat Pergantian Tahun Masehi

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Jumat, 30 Desember 2022 | 22:36 WIB
Ilustrasi Tahun Baru 2023. (Pixabay/Tumisu)
Ilustrasi Tahun Baru 2023. (Pixabay/Tumisu)

Pendapat Kedua

Sebagian ulama membolehkan merayakan tahun baru asalkan, tidak mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, seperti minuman keras, perbuatan maksiat, dan lain sebagainya.

Seorang Muslim dapat merayakan tahun baru dengan cara berkumpul bersama keluarga atau teman-teman, makan bersama, dan melakukan kegiatan-kegiatan lain yang tidak melanggar ketentuan syariat seperti puasa, sholawat, doa bersama, dan pengajian.

Meskipun tidak ada dalam ajaran Islam, merayakan tahun baru dapat membantu dalam mempererat tali silaturahmi sesama umat Muslim.

Hal ini merupakan salah satu hal yang disenangi Allah SWT karena memperkuat persatuan dan kesatuan umat Muslim.

Sebagai umat Muslim, sebaiknya kita memahami bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang memberikan kebebasan kepada umatnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, asalkan tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, dalam merayakan tahun baru atau kegiatan lainnya, sebaiknya kita selalu mempertimbangkan apakah kegiatan tersebut sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.

Jadi, pendapat terkait dengan hukum merayakan tahun baru dalam Islam tergantung pada pendapat ulama yang dipilih.

Sebagian ulama membolehkannya dengan syarat-syarat tertentu, sementara sebagian lainnya mengharamkannya.

Namun, tidak ada larangan bagi umat Islam untuk merayakan tahun baru asalkan tidak melanggar ketentuan syariat.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: Ayo Bandung

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X