Khutbah Jumat Tahun Baru Masehi 2023 Tema Muhasabah Diri. Bisa Untuk Contoh Khutbah Jumat 30 Desember 2022

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Selasa, 27 Desember 2022 | 15:39 WIB
Ilustrasi Tahun Baru 2023. (Pixabay/Geralt)
Ilustrasi Tahun Baru 2023. (Pixabay/Geralt)

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa bertakwa kepada Allah sekaligus terus melakukan evaluasi, muhasabah atau introspeksi diri dengan melihat apa yang telah kita perbuat di masa lalu dan mempersiapkan masa depan agar lebih baik dari hari ini.

Langkah ini bisa menjadi wujud syukur atas karunia yang telah diberikan Allah kepada kita karena masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini sampai dengan penghujung tahun ini.

Mudah-mudahan dengan syukur ini, nikmat Allah akan terus ditambahkan kepada kita berupa karunia dipanjangkan umur kita oleh Allah sehingga kita akan bisa terus beribadah dan berbuat baik dalam kehidupan di dunia.

Hadirin yang Berbahagia 

Dalam ayat ini juga disebutkan bahwa termasuk orang-orang yang bertakwa  adalah mereka yang selalu memperhitungkan perbuatannya sendiri, apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak.

Sehingga jika kita lebih banyak melanggar larangan Allah, maka hendaklah kita berusaha menutupnya dengan amal-amal salih.

Ayat ini memerintahkan manusia agar selalu mawas diri, memperhitungkan segala yang telah dan akan diperbuatnya sebelum Allah menghitungnya di akhirat nanti.

Ayat ini pun ditutup dengan sebuah peringatan untuk bertakwa kembali kepada Allah, karena Dia mengetahui semua yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang lahir maupun yang batin, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

Oleh karena itu, sebagai insan yang bertakwa, mari kita senantiasa melihat masa lalu di tahun ini dan mengalkulasi, apakah lebih banyak kebaikan yang telah dilakukan dibanding dengan keburukan?

Atau malah sebaliknya, banyak hal-hal yang buruk yang dilakukan sehingga kebaikan kita tertutup oleh keburukan di tahun ini?

Introspeksi ini akan menjadi modal bagi kita untuk mempersiapkan masa depan agar hal-hal yang buruk tidak terjadi lagi.

Nabi Muhammad SAW pun mengingatkan kepada kita semua agar terus melakukan perubahan-perubahan menuju kebaikan sehingga menjadi orang-orang beruntung.

Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi apalagi sampai menjadi golongan orang celaka dengan tidak memperbaiki masa depan ke arah yang lebih baik:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: jatim.nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X