Santa Maria Bertilla Boscardin, Hidup Sederhana dan Suci Bekerja Sebagai Tukang Cuci di Rumah Sakit

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 00:02 WIB
Santa Maria Bertilla Boscardin, Hidup Sederhana Sebagai Perawat di Rumah Sakit. (net)
Santa Maria Bertilla Boscardin, Hidup Sederhana Sebagai Perawat di Rumah Sakit. (net)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Setiap tanggal 20 Oktober, umat Katolik merayakan pesta untuk orang kudus atau santo/santa. Setidaknya ada tiga santo/santa yang dirayakan setiap tanggal 20 Oktober, Santa Maria Bertilla Boscardin, Santa Irene dari Tomar atau Santa Irene dari Santarém, serta yang ketiga adalah Santa Maria Teresia de Soubiran.

Kali ini kita akan ulas kisah hidup Santa Maria Bertilla Boscardin. Ia lahir pada tahun 1888 dan dipermandikan dengan nama Anna Fransisca.

Ayahnya, Angelo Boscardin, adalah seorang pemabuk dan peminum kelas berat. Sedang dia sendiri pun adalah seorang anak yang lamban berpikir. Namun ia taat berdoa, tenang, penuh kelembutan, dan sangat saleh.

Ketika bersekolah, Santa Maria Bertilla Boscardin menjadi anak yang rajin namun sangat lamban dalam menerima pelajaran sehingga teman-temannya memanggilnya dengan sebagai "Anna dell'oca" atau “Anna si angsa”.

Semenjak masih kecil ia sudah bercita-cita untuk menjadi seorang biarawati.

Oleh karena itu ketika berumur 13 tahun, ia berjanji kepada Tuhan untuk menjaga kemurniannya.

Ia mengucapkan kaul pribadinya untuk tetap hidup suci.

Setelah ditolak oleh beberapa biara karena dinilai lambat berfikir, Santa Maria Bertilla Boscardin, akhirnya diterima di biara suster “Dorothean” di Vicenza pada tahun 1904.

Masa novisiatnya dijalani dengan bekerja sebagai juru masak bagi para pasien di rumah sakit Treviso.

Saat mengucapkan kaul kekalnya, ia mengganti namanya dengan Maria Bertilla.

Saat itu kepada pimpinan biaranya ia berkata, "Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya seorang yang malang, Seekor angsa. Ajarilah saya. Saya ingin menjadi seorang santa."

Setelah menjadi suster, ia kembali ditugaskan untuk bekerja di rumah sakit Treviso. Kali ini sebagai pemelihara anak-anak yang menderita sakit Difteri.

Suster Maria Bertilla adalah seorang yang sangat-sangat sederhana.

Ia tidak menunjukkan suatu keistimewaan yang luar biasa.

Ia hanya selalu melaksanakan tugasnya dengan penuh pengabdian dan tanggung-jawab, serta secara diam-diam ia menjalani laku spiritual dan kehidupan rohani yang sangat mendalam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: imankatolik.or.id, katakombe.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X