Pengakuan ajaran-ajaran Katolik yang alkitabiah ini menantang doktrin kebenaranan yang diyakininya selama ini yaitu ‘sola fide’-hanya iman semata.
Studi intensif selanjutnya, ia menemukan banyak ayat yang mendasari doktrin-doktrin Katolik.
Demikian juga ayat Galatia 6:6-10. Dengan berbuat baik kita juga mendapat anugerah keselamatan. Jelajah teologis Bob Grodi selanjutnya menemukan banyak ayat lain yang menggugurkan baik sola fide.
Ia juga menemukan ayat-ayat baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian baru yang mendukung perbuatan sakramental. Yaitu, penggunaan sarana fisik untuk pemberian rahmat-Nya.
Di antaranya adalah Markus 5:27-34 yang memuat semua unsur dari prinsip sakramental. Yaitu: iman, sarana fisik, dan kekuatan spiritual yang mengalir ke luar dari diri Yesus.
Bob Grodi pun merasa dikuatkan oleh uraian Thomas Aquinas. Disebutkan, karena kita bukan makhluk rohani semata maka melalui sarana fisik Allah memberikan karunia-Nya.
Penziarahan Bob Grodi belum menemukan titik yang terang. Sola scriptura masih menggelayut di pelupuk mata.
Ia merasa tertantang ketika berhadapan dengan pertanyaan bagaimana cara menetapkan kebenaran Kitab Suci.
Studi lanjut Bob Grodi, menemukan banyak tulisan Gereja Purba tentang bagiamana para Bapa Gereja menentukan ajaran-ajarannya.
Dalam tulisan-tulisan itu ditemukan bahwa para Bapa Gereja tidak ragu-ragu menggunakan tradisi untuk menetapkan kebenaran ajaran Kristus. Itu berarti menggugurkan argumen sola scriptura.
Jalan lurus menuju ke Roma muncul ketika Bob Grodi menghadapi istrinya, Betty, yang terdiagnose menderita tumor usus, di akhir Juni 1993.
Dukungan pastor paroki Betty, dokter, dan para perawat sangat membesarkan hati Bob Grodi.
Akhirnya, di depan Betty yang sedang menunggu janji-Nya, Bob Grodi, menerima Sakramen Pengakuan Dosa dan Pembabtisan, walau secara darurat. Bob Grodi diterima menjadi anggota Gereja Katolik.
Betty meninggalkan Bob dengan wajah sumringah. Bibir merah ciuman terakhir Bob Grodi dibawanya pergi menuju rumah Bapa.
Bagi Bob Grodi, Betty telah memberi hadiah kehidupan baru baginya. Mereka berdua telah menjadi anggota Gereja Katolik Roma.
Artikel Terkait
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-1): Ricard Wood, Merasakan Dorongan Lembut untuk Berlutut dan Berdoa
Para Musyafir Pulang ke Roma (bagian-2): David Minirth Terpesona Familiaris Consortio, Paus Yohanes Paulus II
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-3): Jack Amstrong Menjadi Percaya Setelah Mendalami Sejarah
Para Musyafir Pulang ke Roma (Bagian-4): Bill Alkire dapat Pencerahan Setelah Berdebat dengan Pria Lusuh