3 Anggota Ordo Kapusin Pontianak Ditahbiskan Diakon, Begini Pesan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 22 September 2022 | 16:43 WIB
Tiga anggota Ordo Kapusin (OFM Cap) Provinsial Pontianak ditahbiskan sebagai diakon oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, di Gereja Gembala Baik, Senghie, Pontianak, Kalbar, pada Rabu, 21 September 2022, sekitar pukul 17.00 WIB. (PontianakGlobe)
Tiga anggota Ordo Kapusin (OFM Cap) Provinsial Pontianak ditahbiskan sebagai diakon oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, di Gereja Gembala Baik, Senghie, Pontianak, Kalbar, pada Rabu, 21 September 2022, sekitar pukul 17.00 WIB. (PontianakGlobe)

Uskup Agustinus menjelaskan bahwa teladan Matius menjadi contoh konkret bahwa Allah memanggil setiap orang yang hendak dipanggil-Nya.

"Jika Tuhan memanggil saya artinya saya adalah orang istimewa dan kita mesti bangga jika kita dipanggil oleh Allah," kata Uskup Agustinus.

 

Panggilan adalah Istimewa

Perenungan yang dibawakan oleh Uskup Agustinus menggarisbawahi bahwa tugas Diakon adalah jenjang pertama dalam masuk jajaran imamat.

Untuk itu seseorang harus menyadari bahwa dirinya istimewa. Berapa ribu orang muda, tetapi berapa banyak orang dipilih-Nya.

Mgr Agustinus mengatakan, tugas seorang Diakon meliputi terang, sabda (membaca Injil dan berkotbah), altar (membantu imam di altar), dan Kurban (bersaksi dan berkorban).

Dengan tegas Uskup Agustinus mengatakan bahwa untuk menjadi imam bukanlah sesuatu yang mudah di zaman sekarang. Namun bagaimanapun hendaklah penghayatan rendah hati, lemah lembut, dan sabar selalu dikedepankan sehingga cermin dari pelayan imam sungguh-sungguh bersandar pada teladan kasih Kristus itu sendiri.

BACA JUGA: Sedih Banget! Seorang Pria Malaysia Kehilangan Teman dan Pacar saat Jatuh Miskin. Dulu Rekeningnya 657 Juta

BACA JUGA: Punggawa Manchester City Mirip Pirlo, Kalvin Phillips Diragukan Bela Timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar

"Tantangan tetap ada, oleh karena itu semangat kasih harus menjadi keutamaan dalam pelayanan. Penghayatan imamat harus dicari, dan beberapa kata kunci untuk tetap fokus pada tujuan untuk menjadi imam," ungkap Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus juga mengisahkan bahwa Matius di zamannya juga ditolak dimana-mana tetapi Yesus memanggilnya untuk menjadi pelayan-Nya.

Untuk itu Uskup Agustinus menengaskan bahwa persaudaraan dalam biara sangat penting. Baginya mereka yang menjadi imam hal pertama sudah meninggalkan keluarga, untuk itu hidup dalam satu persaudaraan dalam biara adalah hal yang utama.

"Ingat tiga Diakon, yang memanggil kalian bukanlah manusia, tetapi Tuhan yang memanggil. Untuk itu jika ada masalah janganlah langsung berpaling, tetapi harus ingat kembali keutamaan motto yang menjadi penguat dalam panggilan. Tuhan bisa menggunakan manusia sebagai alatnya," kata Uskup Agustinus.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X