Edwin benar-benar tulus dan menerima syarat itu.
Paulinus, yang sudah ditahbiskan menjadi Uskup bersedia pindah ke Northumbria untuk mendampingi Ethelburga sebagai penasihat dan pembimbing rohaninya.
Pada awal karyanya di Northumbria, Paulinus perlahan-lahan menanamkan iman Kristen dalam hati orang-orang Northumbria termasuk Edwin sendiri.
Edwin kemudian bertobat dan dipermandikan pada tahun 627.
Peristiwa ini berdampak besar pada seluruh rakyat Northumbria. Banyak orang yang menjadi Kristen mengikuti contoh Edwin.
Tetapi enam tahun kemudian, ketika Kerajaan Northumbria diserang oleh orang-orang kafir dari Kerajaan Mercia, keberhasilan Paulinus dalam mengkristenkan orang-orang Northumbria hancur berantakan.
Karya Paulinus di Northumbria hancur berantakan saat kerajaan itu diinvasi oleh Raja Cadwallon ap Cadfan dari Gwynedd, yang memerangi Nortumbria bersama raja Penda dari Mercia.
Edwin dan putera mahkota Osfrith tewas dalam sebuah pertempuran di Hatfield (Battle of Hatfield Chase).
Kerajaan Northumbria runtuh dan wilayahnya jatuh ketangan para penyerbu yang masih kafir.
Situasi semakin menjadi kacau setelah Edwin sendiri dibunuh di benteng Hatfield pada tahun 633.
Semua karya misioner dihentikan. Paulinus dan para diakonnya, bersama dengan Ratu Ethelburga dan dua orang anaknya berhasil menyelamatkan diri ke Kerajaan Kent.
Ada catatan tentang seorang diakon bernama James yang memilih untuk tetap tinggal di Northumbria agar dapat memberikan pelayanan iman kepada umat.
Selanjutnya Paulinus tidak kembali lagi ke Northumbria.
Di tengah masa yang sulit ini, Paulinus menerima Pallium dari Paus Honorius I, tanda pentahbisan dan kewenangannya sebagai seorang Uskup Agung.
Ia ditunjuk menjadi Uskup Agung wilayah York dan beberapa tahun kemudian menjadi Uskup Agung di Rochester.