Betty seorang Katolik yang berada dalam ‘pinggiran’. Perempuan yang sederhana ini hampir tergelincir ke kehidupan New Era.
Namun, karena ketekunannya membaca, terutama di bidang sejarah dan sastra serta dengan bantuan Bob Grodi terlepaslah Betty dari keinginan itu dan tetap menjadi Katolik.
Sebaliknnya, Bob Grodi bercita-cita menjadi seorang pendeta. Karena itu, Bob Grodi, sangat bersemangat mengajak Betty meninggalkan Gereja Katolik.
Tak henti-henti berbagai buku yang membahas doktrin-doktrin Katolik para pemikir anti-Katolik disodorkannya.
Hasilnya, Betty masuk anggota Gereja Anglikan. Sementara Bob Grodi masih berada di Presbyterian, sebagai pendeta.
Mereka, kemudian menikah di Anglikan. Namun, tak berapa lama kemudian Betty kembali ke Katolik. Bob Grodi kecewa berat.
Titik awal perjalanan spiritual Bob Grodi pulang ke Roma, dimulai pada saat ia mempelajari Mat 16:18 dan 18:18 untuk mempersiapkan kotbahnya.
Yaitu, tentang pesan Kristus kepada para rasul bahwa mereka memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan.
Makna kuasa untuk mengikat dan melepaskan yang diberikan Yesus kepada para rasul menjadi jelas bagi Bob setelah mempelajari Yoh 20:21-23.
Kuasa mengikat dan melepaskan itu berarti kuasa untuk mengampuni dan tidak mengampuni dosa.
Dengan temuan ini, Bob Grodi mengakui bahwa sakramen Pengakuan Dosa Gereja Katolik ternyata alkitabiah. Tidak seperti yang dipercayai sebelumnya.
Keyakinan Bob Grodi semakin diperkuat oleh makalah-makalah Leon Holmes yang dibuat setelah meninggalkan denominasinya menjadi Katolik. Makalah-makalah Leon membahas berbagai ayat yang mendasari ajaran-ajaran Katolik.
Di antaranya adalah Yoh 6:53 tentang ‘makan daging-Ku dan minum darah-Ku, Luk 22:19 tentang Inilah tubuh-Ku, Yoh 3:5 tentang akan memiliki Kerajaan Allah bagi mereka yang dilahirkan dengan air dan Roh, Rom 6:3 tentang di dalam Kristus berarti telah dibaptis dalam kematian-Nya, serta 1 Ptr 3:21 tentang keselamatan karena baptisan.