Kisah orang muda kaya yang mencari jalan untuk memperoleh hidup kekal juga mengarahkan jalan Jack Amstrong menuju ke jalan pulang. Yesus sendiri menjelaskan arti menjadi murid sejati.
Menjadi murid sejati itu bukan sekadar membaca Kitab Suci, menjadi anggota suatu gereja dan menghadiri ibadat (19:16-23). Murid sejati mesti memberi komitmen, bersedia mengorbankan segalanya, bahkan hidupnya sendiri, untuk mengikuti Yesus.
Jack Amstrong berusaha dengan sungguh-sungguh mempraktikkan ajaran itu dalam kehidupan keseharian. Hidupnya menjadi semakin tenang.
Namun, pertanyaan ‘apakah penafsirannya tentang ayat-ayat Kitab Suci benar atau salah?’ justru semakin keras benggema.
Jack Amstrong berpikir jika penafsirannya salah, berarti ia telah membuat banyak umatnya masuk ke dalam situasi dosa. Ia merasa harus mempertanggung jawabkan kepada Tuhan. Pendeta Jack menghadapi suatu dilema.
Akhirnya, Jack Amstrong memutuskan untuk meninggalkan kegiatan kepelayanan dan kembali ke kampus. Di Universitas Cave Western Reserve, Jack mendaftarkan diri pada program doktoral biologi molekuler. Memilih menjadi seorang akademisi.
Tetapi, di suatu waktu, Jack Amstrong tertarik untuk mengikuti kesaksian Scott Hann dan istri, Kimberly, tentang Perayaan Ekaristi. (Catatan: lika-liku jalan pulang ke Roma Scott Hann bersama istri akan disajikan pada nomor 10, seri ini).
Jack Amstrong, dengan bimbang, masuk ke dalam sebuah gereja Katolik penyelenggara acara kesaksian Scott ini. Ia menyisir kata demi kata pemikiran Scott tentang Perayaan Ekaristi menurut ajaran Katolik.
Jack Amstrong tidak menemukan satu argumen pun yang tidak alkitabiah. Penyelanggaraan liturgi Ekaristi di Gereja Katolik memang alkitabiah.
Jack Amstrong menetapkan hati untuk mendalami tentang doktrin-doktrin Katolik semakin intensif. Buku dan kaset Scott dan Kimberly Hann, Steve Wood, serta Catholicism and Fondamentalism karya Karl Keating dibelinya (Isi buku Karl Keating ini akan disajikan pada seri ini nomor 11).
Setelah mempelajari segudang buku-buku teologi, ajaran, serta sejarah Gereja para penulis Katolik di perpustaan pribadinya, Jack Amstrong mulai membuka diri untuk menyusuri jalan pulang ke Roma.
Sejarah Gereja Awal serta ajarannya didalami bersama istrinya. Ia menjadi yakin bahwa doktrin-doktrin Katolik berserta ajaran-ajaran lain sungguh alkitabiah. Jack Amstrong bersama istri menjadi yakin sudah menemukan jalan pulang ke rumah.
Namun, masih ada satu kelokan lagi yang harus dilalui. Jack Amstrong harus mengurus penceraian pernikahan pertama istrinya. Karena, sebelum menikah dengan Jack Amstrong, istrinya telah menikah beberapa waktu dan kemudian berpisah.
Walau pun demikian, kelokan ini dipahami sebagai ujian akhir dari kegigihannya, tetap berjalan pulang ke Roma. Delapan bulan kemudian, surat resmi perceraian itu diperoleh. Pintu rumah pun sudah terbuka menyambut kedatangan keluarga Amstrong.
Yang dicarinya sudah ditemukan, yaitu: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” (Yoh 14:6). Jack dan istrinya akhirnya sampai juga di tujuan.