“Bagaimanakah hubungan antara pandangan tentang manusia sebagai gambar atau citra Sang Pencipta dengan human trafficking di Indonesia. Sikap Gereja Katolik adalah jelas,” tegas Prof William Chang OFMCap.
Keluhuran Martabat Manusia
Selanjutnya, usai menerangkan teladan suci kemanusiaan dari cara hidup Santo Fransiskus Asissi, Prof William Chang OFMCap juga menerangkan tentang tindak human trafficking. Dia mengutip pernyataan Paus Fransiskus, bahwa human trafficking adalah tindak kriminal yang tidak bisa ditoleransi sedikit pun.
Tindakan itu bertentangan dengan keluhuran martabat manusia. Nilai dasar kemanusiaan dilecehkan oleh ulah perbudakan dan perdagangan anak manusia. Langkah-langkah preventif perlu ditempuh untuk menghindari perdagangan anak manusia. Akar-akar masalah perdagangan ini musti digali dan dicabut sehingga tindak kriminal ini tidak berkepanjangan.
“Ini berarti bahwa tindakan nyata dan jalan keluar yang nyata harus ditempuh sehingga perdagangan manusia dapat dicegahkan dan dihindari sedapat mungkin,” kata Prof William Chang OFMCap.
Kesempatan itu pula Prof William menyebutkan beberapa langkah strategis untuk menghadapi dan memecahkan kasus human trafficking. Dia mengingatkan bahwa perlu disusun dengan baik dan diwujudkan dalam kegiatan hidup harian. Kerja sama dalam tubuh INFO JPIC Indonesia dengan pihak-pihak ketiga dalam bentuk jaringan laba-laba sangat penting.
Sinergi keluarga besar Fransiskan di Indonesia sangat diperlukan dalam menghadapi dan mengatasi kasus human trafficking.
“Semoga pertemuan nasional ini dapat menelurkan sejumlah langkah konkret operasional untuk memecahkan kasus human trafficking ini,” kata Prof William Chang OFMCap sambil menutup rekoleksinya. (Samuel OFS)
* Penulis adalah staf Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak