Misi Kemanusiaan dan Spiritualitas Fransiskan: Transformasi dalam Temu INFO JPIC Mengatasi Human Trafficking

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 21 Agustus 2023 | 21:56 WIB
Prof Dr William Chang OFM Cap menerima cindera mata dari ketua panitia INFO JPIC, Pastor Pionius Hendi OFM Cap. (Pontianak Globe/Komsos KAP @Samuel OFS)
Prof Dr William Chang OFM Cap menerima cindera mata dari ketua panitia INFO JPIC, Pastor Pionius Hendi OFM Cap. (Pontianak Globe/Komsos KAP @Samuel OFS)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pada Minggu 20 Agustus 2023 Pertemuan INFO (Inter Franciscans for JPIC) Indonesia di Wisma Immaculata Pontianak yang mulai sejak 19 Agustus hingga 25 Agustus 2023 mengusung tema "Menanggulangi dan Mengatasi Perbudakan Manusia (Human Trafficking) di Era Modern.

Pertemuan ini diawali dengan rekoleksi sehari yang dipandu oleh Prof Dr William Chang OFM Cap, yang juga anggota JPIC Ordo Kapusin Provinsi Pontianak pada minggu 20 Agustus 2023 yang memusatkan perhatian pada perwujudan damai dalam hidup sehari-hari.

Dalam rekoleksi ini Prof Dr William Chang OFM Cap menitikberatkan perhatian pada tema utama Manusia sebagai Citra atau Gambar Allah (Kej 1:26-27).

Tema ini diusung karena acap kali manusia lupa bahwa dirinya adalah gambar atau ctira Sang Pencipta. Dalam diri setiap manusia terkandung kekudusan dan keluhuran (kemuliaan) ilahi. Dalam diri setiap manusia hadir Sang Ilahi.

 

Manusia Sebagai Citra Allah

Dalam rekoleksi sehari itu, Prof William Chang OFMCap menggambarkan bahwa kehadiran manusia sebagai citra atau gambar Allah mengandung tanggung jawab moral manusia untuk saling mengasihi, saling menghormati, dan saling bekerja sama. Setiap manusia memiliki nilai luhur dalam dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Akibatnya, setiap manusia seharusnya diperlakukan dengan sikap hormat dan kesantunan dalam hidup sehari-hari. Keluhuran martabat manusia, yang tampak dalam rasionalitas, peran hati nurani yang sehat, dan kapasitas yang tidak ditemukan dalam makhluk ciptaan lain.

Berdasarkan pandangan ini, menurut Prof William Chang OFMCap, kecenderungan manusia untuk tidak menghargai atau menghormati orang sudah saatnya ditinggalkan. Sikap merendahkan atau melecehkan sesama bertentangan dengan sikap St. Fransiskus dari Asisi.

“Sang Santo sangat menghargai dan menghormati setiap manusia sebagai citra atau gambar Allah karena Allah sendiri hadir dalam diri manusia,” kata Prof William Chang OFMCap.

 

Sikap Gereja Katolik

Prof William Chang OFMCap mengulik secara dalam peran Santo Fransiskus Assisi yang dipaparkan dalam Gita Sang Surya (1224). Dalam teks itu St. Fransiskus dari Assisi merangkum sebuah refleksi atas hidup rohaninya dengan membangun sebuah Persaudaraan Universal, yang mencakup seluruh anasir ciptaan.

Menurut Prof William Chang OFMCap bahwa Santo Fransiskus Asissi menyapa setiap anasir ciptaan dan unsur dalam alam dengan sebutan Saudara atau Saudari.

Dia menunjukkan bahwa Fransiskus dari Assisi sebegitu mencintai seluruh ciptaan Sang Pencipta. Setiap makhluk ciptaan memiliki Bapa, Sang Pencipta yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X