religi

Lihatlah Kenyataan, Bukankah Kematian yang Ditakutkan? Begini Pesan Paskah Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus

Sabtu, 8 April 2023 | 21:42 WIB
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus berada di lokasi doa Patung Bunda Maria Menggendong Yesus di Gereja Katedral St Yoseph, Pontianak, Kalbar. (Pontianak Globe/Samuel OFS - Komisi Komsos KAP)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, memberikan pesan Paskah kepada seluruh umat Katolik yang berada di Wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Pesan tersebut direkam di lokasi doa Patung Bunda Maria Menggendong Yesus pada 6 April 2023, di depan kediaman Uskup Agung Pontianak pukul 09.00 WIB.

Dalam pesannya, Uskup Agustinus menyapa saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus dan mengajak umat untuk merayakan Hari Raya Paskah yang merupakan puncak iman umat Kristiani.

BACA JUGA: 100 Imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma Bersama Mgr Agustinus

BACA JUGA: Gubernur Kalbar Sutarmidji Minta Beras Tersedia Jelang Idul Fitri 2023

Uskup Agustinus juga mengutip ayat Alkitab dari Surat Pertama Santo Paulus kepada umat di Korintus 15:17, "Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman saudara."

Uskup Agustinus kemudian bertanya tentang alasan terjadinya penderitaan, kesengsaraan bahkan kematian di dunia ini dan apa yang terjadi kepada manusia setelah hidup di dunia ini.

Menurut Uskup Agustinus, peristiwa Paskahlah yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Dalam iman Kristiani, Tuhan menciptakan segala-galanya, termasuk manusia Adam dan Hawa yang sempurna.

Namun, karena dosa Adam dan Hawa, manusia dikutuk dan kebahagiaan yang sempurna lenyap.

Tuhan kemudian mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia dengan cara yang dihindari oleh manusia, yaitu dengan merendahkan diri sebagai manusia yang miskin.

Uskup Agustinus juga menjelaskan bahwa dalam tradisi Yahudi, biasanya orang melepas sepatu sebelum masuk ke dalam rumah karena kakinya kotor.

BACA JUGA: Liburan ke Desa Selamanik Ciamis, Pengunjung Bisa Nikmati Arum Jeram Hingga Panen Beragam Sayuran

Hal ini menjadi analogi bahwa Tuhan merendahkan diri serupa dengan seorang hamba, bahkan hingga menghampakan diri serendah-rendahnya.

Kemudian Yesus membasuh kaki muridnya. Pada zaman itu yang membasuh kaki adalah hamba alias kuli. Kalau Yesus membasuh kaki mereka artinya Dia menyamakan diri-Nya dengan hamba. Sekali lagi pembasuhan kaki adalah lambang merendahkan diri serendah-rendahnya.

Halaman:

Tags

Terkini