religi

Mengungkap Makna Semana Santa di Larantuka, Refleksi Iman dan Tradisi Berabad-abad, Begini Hubungannya dengan Ordo Dominikan

Senin, 24 Maret 2025 | 08:35 WIB
Semana Santa di Larantuka, Flores, NTT.

Semana Santa tahun ini pun terasa spesial karena bertepatan dengan pencanangan Tahun Yubelium oleh Paus Fransiskus.

Baca Juga: Hati-hati! World Pay One (WPONE) Dinyatakan Investasi Ilegal oleh Satgas PASTI

Sepanjang tahun ini, umat Katolik diajak untuk bertobat, memperbarui kehidupan rohani, serta meningkatkan solidaritas.

“Apakah mengikuti Semana Santa membawa pertobatan? Jangan sampai hanya menjadi rutinitas atau bahkan menimbulkan kesan yang kurang baik. Perubahan hidup iman harus dimulai dari tuan rumah agar menjadi berkat bagi orang lain. Ketika para peziarah datang, mereka harus pulang dengan sukacita dan pengalaman iman yang luar biasa,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati sejarah dan budaya Larantuka, Fransiskus Roi Lewar, menambahkan bahwa keberlangsungan Semana Santa di Larantuka tidak lepas dari peran umat awam, khususnya Raja Larantuka beserta serikat awam Konfreria.

Menurutnya, Konfreria adalah kelompok yang menjaga tradisi ini selama ratusan tahun, terutama pada masa ketika Larantuka tidak memiliki imam.

Baca Juga: Puluhan Warga Kaltim Tertipu Investasi WPONE yang Diduga Ilegal, Rumah Leader Digeruduk Polisi Sampai Turun Tangan, Begini Peringatan OJK

Hal ini terjadi karena pada saat itu Portugis mulai terdesak oleh Belanda, sehingga para imam dari negara tersebut tidak dapat secara rutin mengunjungi Larantuka.

“Semana Santa tetap eksis hingga saat ini karena karakter masyarakat Larantuka yang memiliki budaya pesisir, yaitu keterbukaan. Sejak dahulu, Semana Santa merupakan hajatan raja yang kemudian diwariskan dan dijaga oleh serikat Konfreria,” jelasnya.

Di masa lampau, ia melanjutkan, anggota Konfreria merupakan kaum terpelajar yang mayoritas berprofesi sebagai guru.

Mereka memiliki kemampuan manajerial yang baik sehingga dapat mengatur persiapan Semana Santa sejak 40 hari sebelum pelaksanaannya.

Adapun Raldy Doi, tokoh penyiaran yang memoderatori diskusi, mengatakan bahwa obrolan ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi yang diselenggarakan oleh komunitas Larantuka Heritage.

Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Semana Santa, baik bagi para peziarah maupun generasi penerus di Larantuka.

“Dialog ini kami rekam dan tayangkan di kanal YouTube Larantuka Heritage agar dapat diakses oleh siapa saja,” pungkasnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini