religi

Umat Katolik di Larantuka Diminta Menyediakan Tumpangan bagi Peziarah Semana Santa, Ternyata Begini Alasannya

Senin, 24 Maret 2025 | 08:20 WIB
Suasana prosesi Laut dalam Tradisi Semana Santa di Larantuka. (victorynews.id @Frengky Keban )

Perayaan Semana Santa tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Tahun Yubileum yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus.

Baca Juga: Gua Maria Lourdes di Prancis Tempat Ziarah Umat Katolik Paling Terkenal di Dunia, Begini Kisah Dibaliknya

Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk menjalani pertobatan, pembaruan rohani, dan solidaritas.

“Apakah mengikuti Semana Santa membawa pertobatan? Jangan sampai hanya menjadi rutinitas atau meninggalkan kesan kurang baik. Sebagai tuan rumah, umat Larantuka harus menunjukkan perubahan hidup yang nyata sehingga menjadi berkat bagi sesama. Ketika para peziarah pulang, mereka harus membawa sukacita dan pengalaman iman yang luar biasa,” tutur RD Festo.

Peran Awam dalam Melestarikan Semana Santa

Pemerhati sejarah dan budaya Larantuka, Fransiskus Roi Lewar, menambahkan bahwa Semana Santa di Larantuka tidak bisa dilepaskan dari peran umat awam, khususnya Raja Larantuka dan serikat awam Konfreria.

Selama ratusan tahun, merekalah yang menjaga tradisi ini, terutama saat Larantuka tidak memiliki imam tetap.

Pada masa itu, para imam Portugis sulit berkunjung secara teratur karena tekanan dari Belanda yang menguasai wilayah tersebut.

“Semana Santa bisa bertahan hingga hari ini karena karakter masyarakat Larantuka yang terbuka. Sejak dulu, Semana Santa adalah hajatan raja yang kemudian diwariskan dan dipelihara oleh serikat Konfreria,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa di masa lampau, anggota Konfreria mayoritas berasal dari kalangan cendekiawan, terutama para guru.

Dengan kemampuan manajerial yang baik, mereka mampu mengorganisasi persiapan Semana Santa sejak 40 hari sebelum pelaksanaannya.

Sementara itu, Raldy Doi menekankan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian obrolan yang diselenggarakan oleh komunitas Larantuka Heritage.

“Tujuan kami adalah memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai Semana Santa, baik bagi peziarah maupun generasi penerus Larantuka,” ungkapnya.

“Dialog ini kami rekam dan tayangkan di kanal YouTube Larantuka Heritage agar dapat diakses oleh siapa saja,” pungkasnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini