Umat Katolik di Larantuka Diminta Menyediakan Tumpangan bagi Peziarah Semana Santa, Ternyata Begini Alasannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 24 Maret 2025 | 08:20 WIB
Suasana prosesi Laut dalam Tradisi Semana Santa di Larantuka. (victorynews.id @Frengky Keban )
Suasana prosesi Laut dalam Tradisi Semana Santa di Larantuka. (victorynews.id @Frengky Keban )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Umat Katolik di Larantuka diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menyediakan akomodasi bagi para peziarah Semana Santa.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD Fransiskus Emanuel da Santo, dalam diskusi bertajuk Mengenal Semana Santa Larantuka, yang ditayangkan di kanal YouTube Larantuka Heritage, Minggu, 23 Maret 2025.

Baca Juga: Uskup Agustinus Gelar Misa Natal, Berkati Gua Maria Mini dan Resmikan Tahun Yubelium di Lapas Pontianak

Semana Santa merupakan ritual keagamaan warisan Portugis yang telah berlangsung selama ratusan tahun di Kota Larantuka. Setiap tahunnya, jumlah peziarah terus meningkat hingga mencapai ribuan orang.

Romo Festo mengungkapkan bahwa keterbatasan akomodasi masih menjadi tantangan utama bagi Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam menampung ribuan peziarah yang datang setiap tahun untuk mengikuti perayaan budaya bernuansa Katolik ini.

“Oleh karena itu, sudah saatnya umat Katolik di Larantuka membuka rumah mereka bagi para peziarah,” ujarnya.

Menurutnya, umat Larantuka dapat menjadi tuan rumah yang baik dengan menerima peziarah di rumah mereka, sekaligus menjalin persaudaraan baru.

“Inisiatif ini dapat dimulai oleh Paroki Katedral Larantuka dengan berkoordinasi bersama pengurus lingkungan, sehingga para peziarah dapat mendaftarkan diri untuk menginap di rumah umat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa selama menumpang di rumah umat, peziarah tidak perlu dikenakan tarif.

Baca Juga: Gua Maria Guadalupe di Meksiko, Jadi Tempat Ziarah Umat Katolik. Begini Kisah di Balik Kepopulerannya

Sebab, banyak dari mereka datang dengan intensi doa tertentu dan tentu tidak akan menuntut pelayanan konsumsi yang mewah.

Semana Santa: Lebih dari Sekadar Prosesi Jumat Agung

Dalam diskusi yang dipandu oleh tokoh penyiaran Raldy Doi, RD Festo menyoroti bahwa sebagian besar peziarah hanya berfokus pada prosesi Jumat Agung.

Padahal, Semana Santa idealnya diikuti sejak Rabu Trewa—sehari sebelum Kamis Putih—hingga Minggu Paskah.

Untuk menarik minat peziarah agar tinggal lebih lama di Larantuka, pemerintah setempat setiap tahun menggelar Festival Bale Nagi, yang menampilkan berbagai atraksi budaya di lokasi wisata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X