- 2020: Mengalami skiatika, menyebabkan nyeri hebat akibat saraf skiatik terjepit, sehingga kesulitan berdiri dan harus absen dari beberapa kegiatan resmi.
- Juli 2021: Menjalani operasi stenosis divertikular, menyebabkan penyempitan usus besar. Sebanyak 13 inci ususnya diangkat, dan ia dirawat selama 10 hari.
- 2022: Mengalami nyeri lutut, sehingga harus menggunakan kursi roda dan alat bantu jalan.
- 2023: Dirawat karena bronkitis dan menjalani operasi perut akibat hernia insisional.
- Akhir 2024: Mengalami insiden jatuh, menyebabkan hematoma besar di dagu setelah kepalanya terbentur meja.
Kini, pada 2025, Paus Fransiskus tengah berjuang melawan pneumonia bilateral serta infeksi polimikroba.
Meskipun laporan terbaru menyebutkan ada perbaikan kondisi, beberapa sumber mengungkapkan bahwa persiapan untuk kemungkinan pemakamannya telah mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi. ***