- 2020: Mengalami skiatika, menyebabkan nyeri hebat akibat saraf skiatik terjepit, sehingga kesulitan berdiri dan harus absen dari beberapa kegiatan resmi.
- Juli 2021: Menjalani operasi stenosis divertikular, menyebabkan penyempitan usus besar. Sebanyak 13 inci ususnya diangkat, dan ia dirawat selama 10 hari.
- 2022: Mengalami nyeri lutut, sehingga harus menggunakan kursi roda dan alat bantu jalan.
- 2023: Dirawat karena bronkitis dan menjalani operasi perut akibat hernia insisional.
- Akhir 2024: Mengalami insiden jatuh, menyebabkan hematoma besar di dagu setelah kepalanya terbentur meja.
Kini, pada 2025, Paus Fransiskus tengah berjuang melawan pneumonia bilateral serta infeksi polimikroba.
Meskipun laporan terbaru menyebutkan ada perbaikan kondisi, beberapa sumber mengungkapkan bahwa persiapan untuk kemungkinan pemakamannya telah mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi. ***
Artikel Terkait
Benarkah Paus Fransiskus Meninggal? Ini Fakta Terbarunya dari Vatikan
Spekulasi Pengunduran Diri Paus Fransiskus Mencuat, Begini Tanggapan Vatikan
Kondisi Paus Fransiskus Membaik, Tapi Masih Kritis Begini Update Terbarunya
Paus Fransiskus Mulai Pulih Perlahan, Dukungan Doa Mengalir dari Seluruh Dunia Termasuk Warga Argentina yang Berkumpul di Buenos Aires
Kisah Hidup Paus Fransiskus, Dari Buenos Aires ke Tahta Kepausan. Begini Sepak Terjangnya saat Jadi Kardinal di Argentina
Paus Fransiskus Tulis Pesan untuk Umat di Tengah Kondisi Masih Sakit, Begini Kata-nya