Meski demikian, pada 28 Februari, kesehatannya kembali memburuk akibat krisis bronkospasme yang menyebabkan muntah.
Paus Fransiskus juga tidak dapat memimpin doa Angelus tradisional secara langsung selama dua minggu berturut-turut.
Ia meminta umat Katolik untuk mendoakan kesembuhannya.
Baca Juga: WhatsApp Rilis Fitur Transkrip Voice Note, Begini Cara Menggunakannya!
Kondisi Kembali Stabil, Paus Mulai Beristirahat
Setelah mengalami perburukan kondisi, pada Sabtu, 1 Maret 2025, Vatikan melaporkan bahwa Paus Fransiskus telah tidur nyenyak dan menghabiskan pagi harinya untuk beristirahat.
"Setelah malam yang tenang, Paus sedang beristirahat," demikian pernyataan resmi dari Kantor Pers Takhta Suci pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Vatikan memastikan bahwa Paus tidak mengalami krisis pernapasan lebih lanjut setelah episode bronkospasme sebelumnya.
Ia juga dapat menikmati sarapan, menyeruput kopi, dan membaca koran pada pagi harinya. Namun, kondisinya tetap kompleks, dan belum ada kepastian mengenai prognosis ke depannya.
Baca Juga: Begini Cara Melacak Nomor WhatsApp Asing Menghindari Penipuan, Ampuh dan Anti Ribet
Riwayat Kesehatan Paus Fransiskus
Menurut laporan The Times of India, Paus Fransiskus memiliki riwayat berbagai masalah kesehatan sejak muda.
Pada 1957, saat masih di Argentina dan berusia awal 20-an, ia mengalami infeksi pernapasan serius yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru.
Sejak saat itu, ia lebih rentan terhadap penyakit pernapasan.
Selain itu, Paus juga memiliki riwayat kesehatan berikut: