religi

Kisah Hidup Paus Fransiskus, Dari Buenos Aires ke Tahta Kepausan. Begini Sepak Terjangnya saat Jadi Kardinal di Argentina

Selasa, 25 Februari 2025 | 15:08 WIB
Dalam misa akbar yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, doa umat dibacakan dalam berbagai bahasa daerah Indonesia. (Tim Media Panitia Penyambutan Paus Fransiskus 2024)

Pada 2013, setelah pengunduran diri Benediktus XVI, Konklaf Kepausan memilihnya sebagai Paus.

Baca Juga: Profil Tjhai Chui Mie, Perempuan Tionghoa Pertama yang Jadi Wali Kota di Indonesia

Ia memilih nama "Fransiskus" untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kesederhanaan dan kepedulian terhadap kaum miskin.

Kepemimpinan sebagai Paus

Paus Fransiskus dikenal dengan pendekatan kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Ia memilih tinggal di Domus Sanctae Marthae daripada apartemen kepausan tradisional.

Beberapa inisiatifnya yang mencolok meliputi:

  • Mendorong dialog antaragama dan keterbukaan terhadap komunitas LGBT.
  • Menentang kapitalisme tak terkendali, konsumerisme, dan perubahan iklim.
  • Menyatakan hukuman mati sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima" dalam ensiklik Fratelli tutti.
  • Berperan dalam pemulihan hubungan diplomatik antara AS dan Kuba.
  • Mendukung pengungsi dalam krisis migran Eropa dan Amerika Tengah.
  • Menjalin kesepakatan dengan Tiongkok mengenai pengangkatan uskup Katolik.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Tablet Honor Terbaik 2025, Layar Tajam, Performa Kencang! Ini Alasan Mengapa Pelajar Juga Cocok Memilikinya

Paus Fransiskus mendapat kritik dari kalangan konservatif terkait beberapa kebijakannya, termasuk kemungkinan diakones wanita dan sikapnya terhadap umat Katolik yang bercerai serta menikah lagi.

Kebijakannya dalam mengelola isu pelecehan seksual dalam Gereja juga menuai pro dan kontra. ***

Halaman:

Tags

Terkini