Meski dalam kondisi yang masih diawasi ketat, Paus Fransiskus tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan dan bergerak. Ia juga tidak hanya berbaring di tempat tidur sepanjang waktu.
Baca Juga: Profil Tjhai Chui Mie, Perempuan Tionghoa Pertama yang Jadi Wali Kota di Indonesia
Dukungan doa terus mengalir dari umat Katolik di seluruh dunia. Banyak yang berharap agar pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini segera pulih.
"Kami semua khawatir, tetapi tetap berdoa agar beliau segera pulih. Saya mengikuti perkembangannya setiap hari dan berharap yang terbaik," ujar Carla Rabezzana, sepupu Paus Fransiskus.
Sudah 10 Hari Dirawat di Rumah Sakit
Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari 2025 setelah mengalami kesulitan bernapas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami pneumonia di kedua paru-parunya.
Menurut laporan terbaru, kondisi Paus mulai stabil. Ia bisa tidur dengan baik dan beristirahat dengan cukup. Sebelumnya, ia sempat mendapat aliran oksigen dalam kadar tinggi, tetapi saat ini kondisinya membaik.
Tim medis juga melakukan transfusi darah untuk meningkatkan kadar hemoglobin, sementara trombositnya tetap stabil. Meski ada indikasi insufisiensi ginjal ringan, kondisi tersebut masih dalam pemantauan dokter.
Di usianya yang ke-88, Paus Fransiskus terus mendapat pemantauan intensif dari tim medis. Vatikan berjanji akan memberikan pembaruan berkala mengenai kesehatannya. ***