Prefek Dikasteri untuk Doktrin Iman juga menyatakan bahwa rumor tentang pengunduran diri Paus Fransiskus tidak memiliki dasar yang kuat.
"Semua ini menurut saya hanyalah spekulasi yang tidak berdasar. Saat ini, fokus kami adalah kesehatan Bapa Suci, pemulihannya, dan kepulangannya ke Vatikan. Itu yang utama," ujarnya dalam keterangan resminya.
Parolin juga menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada langkah resmi terkait pengunduran diri Paus Fransiskus.
Saat ditanya tentang berbagai spekulasi yang beredar di media, Kardinal Parolin menyatakan, "Sejujurnya, saya tidak mengetahui adanya manuver semacam itu, dan dalam hal apa pun, saya berusaha untuk tidak terlibat. Saya pikir dalam situasi seperti ini, wajar jika muncul rumor atau komentar yang keliru—hal ini bukan sesuatu yang baru. Namun, saya belum mendengar adanya gerakan khusus terkait hal ini."
Kardinal Parolin, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Burkina Faso, mengatakan bahwa dia telah meminta izin untuk mengunjungi Paus di rumah sakit.
"Namun saat ini lebih baik jika ia tetap dalam perlindungan dan membatasi jumlah kunjungan agar bisa beristirahat dengan maksimal, sehingga pengobatan dapat lebih efektif," ujarnya.
Sementara itu, Prefek Dikasteri untuk Doktrin Iman, Kardinal Víctor Manuel Fernández, dalam wawancara dengan surat kabar Argentina La Nación, menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari kelompok tertentu yang meminta Paus untuk mundur.
"Saya tidak melihat adanya tekanan semacam itu. Saya juga tidak melihat ada lebih banyak diskusi mengenai kemungkinan pengganti dibandingkan tahun lalu—tidak ada yang luar biasa dalam hal ini," ungkapnya. ***