Dia kemudian didiagnosis menderita pneumonia di kedua paru-parunya.
Seorang dokter berbasis di Amerika Serikat menyatakan bahwa tim medis di Rumah Sakit Gemelli mungkin menggunakan transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah dan trombosit Paus.
Trombosit sendiri merupakan fragmen sel darah yang berperan dalam pembekuan darah dan pencegahan pendarahan.
Dr. Andrea Vicini, seorang pastor Jesuit sekaligus profesor di Boston College, mengatakan bahwa ia hanya mengetahui kondisi Paus melalui pernyataan resmi Vatikan.
"Tampaknya kondisinya masih dalam kendali, namun tubuhnya menunjukkan tanda-tanda kesulitan dalam mengatasi situasi ini," ujarnya.
Vatikan juga mengumumkan bahwa Paus Fransiskus tidak akan tampil di hadapan publik pada Minggu untuk memimpin doa bersama para peziarah.
Ini menjadi pekan kedua berturut-turut di mana Paus tidak hadir dalam acara tersebut.
Kondisi ini cukup jarang terjadi.
Sebagai perbandingan, setelah menjalani operasi usus pada 2021, Paus masih dapat memimpin doa Angelus hanya seminggu setelahnya.
Ia juga hanya sekali melewatkan doa Angelus pada 2023 setelah menjalani operasi lainnya.
Spekulasi Mundurnya Paus Fransiskus
Memburuknya kondisi kesehatan Paus memicu spekulasi mengenai kemungkinan pengunduran dirinya.
Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menanggapi kabar yang beredar tersebut dengan menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah pemulihan Paus.
"Hal yang paling penting sekarang adalah bagaimana agar Paus segera pulih dan dapat kembali ke Vatikan," kata Parolin.
Artikel Terkait
Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus
87 Ribu Jemaat Hadiri Misa Paus Fransiskus, Doa Umat Dibacakan dalam Bahasa Adat
Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno Tak Terinjak-injak Meski Misa dengan Paus Dihadiri 87 Ribu Umat Katolik
Paus Fransiskus Berkeliling dengan Mobil Maung MV3 Karya Prabowo di Misa Akbar GBK
Ribuan Warga Jakarta Antusias Menyaksikan Keberangkatan Paus Fransiskus Menuju Papua Nugini
Paus Fransiskus Mendarat di Papua Nugini, Mulai Perjalanan Apostolik Bersejarah Setelah 30 Tahun Silam