religi

Spekulasi Pengunduran Diri Paus Fransiskus Mencuat, Begini Tanggapan Vatikan

Senin, 24 Februari 2025 | 16:42 WIB
Pemimpin Gereja Katolik Roma seluruh dunia, Paus Fransiskus.

Dia kemudian didiagnosis menderita pneumonia di kedua paru-parunya.

Baca Juga: Review Nokia T21, Tablet Murah dengan Layar 2K dan Baterai Tahan Lama, Ini Alasan Tablet Ini Juga Cocok untuk Pelajar

Seorang dokter berbasis di Amerika Serikat menyatakan bahwa tim medis di Rumah Sakit Gemelli mungkin menggunakan transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah dan trombosit Paus.

Trombosit sendiri merupakan fragmen sel darah yang berperan dalam pembekuan darah dan pencegahan pendarahan.

Dr. Andrea Vicini, seorang pastor Jesuit sekaligus profesor di Boston College, mengatakan bahwa ia hanya mengetahui kondisi Paus melalui pernyataan resmi Vatikan.

"Tampaknya kondisinya masih dalam kendali, namun tubuhnya menunjukkan tanda-tanda kesulitan dalam mengatasi situasi ini," ujarnya.

Vatikan juga mengumumkan bahwa Paus Fransiskus tidak akan tampil di hadapan publik pada Minggu untuk memimpin doa bersama para peziarah.

Ini menjadi pekan kedua berturut-turut di mana Paus tidak hadir dalam acara tersebut.

Kondisi ini cukup jarang terjadi.

Sebagai perbandingan, setelah menjalani operasi usus pada 2021, Paus masih dapat memimpin doa Angelus hanya seminggu setelahnya.

Ia juga hanya sekali melewatkan doa Angelus pada 2023 setelah menjalani operasi lainnya.

Spekulasi Mundurnya Paus Fransiskus

Memburuknya kondisi kesehatan Paus memicu spekulasi mengenai kemungkinan pengunduran dirinya.

Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menanggapi kabar yang beredar tersebut dengan menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah pemulihan Paus.

"Hal yang paling penting sekarang adalah bagaimana agar Paus segera pulih dan dapat kembali ke Vatikan," kata Parolin.

Halaman:

Tags

Terkini