religi

Insiden Penikaman Pastor di Singapura, Apa yang Terjadi di Gereja Katolik Bukit Timah?

Senin, 11 November 2024 | 10:06 WIB
Pastor Christopher Lee (57 tahun) diserang di Gereja St Joseph, Upper Bukit Timah. (Facebook)

PONTIANAKGLOBE.COM SINGAPURA -- Singapura, negara yang dikenal dengan keamanan ketatnya, menjadi perhatian publik setelah insiden penikaman seorang pastor di Gereja Katolik.

Insiden terjadi pada Sabtu, 9 November 2024, ketika seorang pria berusia 37 tahun bernama Basnayake Keith Spencer menyerang Pastor Christopher Lee (57 tahun), di Gereja St Joseph, Upper Bukit Timah.

Baca Juga: Paus Fransiskus Angkat Pastor Paul Budi Kleden SVD Jadi Uskup Agung Ende

The Straits Times melaporkan bahwa Basnayake bukan jemaat tetap di gereja tersebut.

Meski beberapa kali terlihat di gereja, ia bukan bagian dari komunitas aktif yang rutin beribadah di sana.

Pasca serangan, video yang tersebar di media sosial memperlihatkan seorang pria bertubuh kurus, berkepala botak, mengenakan kaus putih berlumuran darah.

Baca Juga: Selama 16 Tahun Bermisi di Borneo, Romo Nantes OP, Pastor Asal Filipina Berpesan: Tetaplah Berjalan Bersama

Terlihat ia digiring keluar gereja dengan tangan terikat di belakang.

Peristiwa ini memicu diskusi publik terkait keamanan di Singapura.

Negara dengan reputasi hukum ketat dan kriminalitas rendah ini kini dihadapkan pada pertanyaan serius mengenai keamanan.

Hingga kini, motif penyerangan terhadap Pastor Christopher Lee belum diungkapkan pihak berwenang.

Investigasi terus berlangsung untuk mengetahui alasan di balik tindakan Basnayake Keith Spencer.

Baca Juga: Merayakan Kebenaran dan Kehidupan Bersama Pastor Serafikus Suarno SThL-MA

Biasanya, otoritas Singapura akan mengumumkan motif setelah penyelidikan menyeluruh, termasuk mempertimbangkan faktor pribadi, gangguan psikologis, atau alasan lainnya.

Pihak gereja dan jemaat bekerja sama dengan aparat untuk memulihkan kondisi keamanan di gereja, serta mendoakan pemulihan Pastor Christopher.

Halaman:

Tags

Terkini