religi

Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus

Kamis, 5 September 2024 | 20:47 WIB
Tri Natalia Urada.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Tri Natalia Urada, Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) periode 2022-2024, mendapatkan kehormatan istimewa dalam Misa Agung bersama Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Kamis malam, 5 September 2024.

Di tengah puluhan ribuan umat Katolik yang hadir, Tri Natalia Urada tampil sebagai salah satu pembaca doa umat.

Baca Juga: Paus Fransiskus Ajak Umat Katolik Hidupi 2 Sikap Dasar sebagai Murid Yesus

Ada pun yang membikin merinding, Tri Urada menyampaikan doa tersebut dengan menggunakan Bahasa Dayak Ba-Ahe, bahasa ibu dari tanah kelahirannya di Kalimantan Barat.

Dayak Ba-Ahe mendiami wilayah Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Landak, Singkawang, sebagian Bengkayang.

Tri Natalia Urada adalah tokoh muda Katolik asal Toho, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Momen ini menjadi sorotan tidak hanya karena Tri adalah salah satu pemimpin muda yang mewakili suara mahasiswa Katolik di Indonesia, tetapi juga karena penggunaan Bahasa Dayak Ba-Ahe dalam acara seremonial internasional tersebut.

Bahasa yang jarang didengar dalam liturgi besar seperti ini, memberikan simbol kebanggaan dan pengakuan terhadap keberagaman budaya Indonesia di panggung global.

Baca Juga: Temui Sultan Hassanal Bolkiah, Prabowo Undang Perwira Brunei Darussalam Belajar di Universitas Pertahanan

Panggung Internasional
Sebagai aktivis perempuan Dayak, Tri Natalia Urada terus menekankan pentingnya memperjuangkan inklusivitas dan peran aktif kaum muda, terutama dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.

Keikutsertaannya dalam Misa Agung bersama Paus ini menjadi wujud nyata dari semangat Pro Ecclesia et Patria (Untuk Gereja dan Tanah Air) yang ia bawa dalam kepemimpinannya di PMKRI.

Tri Urada, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PMKRI dan Ketua Cabang Sungai Raya, Kalbar, terus berkomitmen untuk memajukan organisasi melalui kaderisasi inovatif dan modern.

Dalam visi kepemimpinannya, ia mengedepankan transformasi berbasis teknologi dan partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Baca Juga: Mantan Wali Kota Bamban di Filipina, Alice Guo, Ditangkap di Indonesia karena Kasus Mata-mata dan Pencucian Uang

Pemimpin muda ini percaya bahwa dengan menjaga akar budaya dan keimanan, generasi muda Katolik dapat berkontribusi secara signifikan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Halaman:

Tags

Terkini