religi

Bruder Andreas OP Temukan Dukungan Sejati di Komunitas Dominikan

Senin, 12 Agustus 2024 | 12:41 WIB
Bruder Andreas OP bersama 3 rekan brudernya di Filipina Manila (2024)

“Dia yang akan mengajarkan saya. Pertama kali saya menginjak komunitas suster disana, saya disambut hangat oleh para suster, padahal saya belum pernah berjumpa dengan mereka. Saya hanya memperkenalkan diri sebagai aspirant Dominikan,” ujar Bruder Andreas OP (08/07).

Sejalan dengan itu, Bruder Andreas OP mengatakan bahwa mereka (keluarga besar Dominikan) menerimanya seperti keluarga jauh yang datang. Hal itu ia garisbawahi bahwa moment itu selalu terpatri dalam hidupnya. Kemana pun ia pergi, selama ia adalah Dominikan, ia tidak perlu takut sebab ia memiliki banyak keluarga. 

Nilai ini juga, yang mengantarnya kembali untuk bergabung dengan Dominikan di tahun 2016. Pada tahun 2010, ia pernah mengundurkan diri dari Dominikan, meski kekeluargaan Dominikan ia rasakan tetapi dirinya belum siap untuk berangkat ke Filipina.

“Penyerahan total kepada Tuhan, Bunda Maria dan ordo yang mendorong saya yakin untuk berkaul kekal serta dukungan orang-orang yg selalu mendoakan saya diantaranya Keluarga saya, Ibu Rini,  Cece Christine, Cece Desi Ira Hwati dan pastinya keluarga Dominikan  Indonesia,” tambah Bruder Andreas OP, (08/07).

Misa Syukur Kaul Kekal Brude Andreas OP

Dominikan dalam konteks modern

Dalam konteks dunia modern, Bruder Andreas OP melihat peran Dominikan sebagai penting dalam menjawab tantangan spiritual dan moral yang dihadapi masyarakat saat ini. Meskipun jumlah anggota tidak seimbang dengan permintaan tugas pastoral, Dominikan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat dan menyebarkan ajaran Injil melalui tindakan konkret.

“Menurut saya, tantangan selalu ada bagi Dominikan, terutama bagi Dominikan Indonesia, secara jumlah dan permintaan tugas masih tidak seimbang. Hal ini, ibadat dalam injil panenan banyak tetapi pekerja dikit,” kata Bruder Andreas OP, (08/07).

Namun, menurut Bruder Andres OP bahwa Dominikan berusaha selalu memberikan yang terbaik bagi setiap hal tantangan yang ada. Ia menggarisbawahi bahwa justru Dominikan dijadikan sebuah kesempatan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa lewat setiap sikap, perkataan dan perbuatan.

Pengalaman hidup sebelumnya, termasuk pengunduran diri awalnya dari Dominikan sebelum kembali pada tahun 2016, telah mempersiapkan Bruder Andreas OP untuk langkah besar ini dalam hidupnya.

Pilihan untuk menjadi seorang Bruder memberinya kebebasan untuk melayani tanpa harus terbebani oleh tanggung jawab khusus seperti memimpin Misa, tetapi dengan fokus pada kehidupan persaudaraan dan pelayanan yang lebih luas.

Bagaimana pengalaman hidup Bruder Andreas OP sebelumnya mempersiapkan untuk mengambil langkah ini dalam hidup religius, terutama sebagai seorang Bruder?

Bagi Bruder Andreas OP, pengalaman hidup sebagai Bruder biarawan OP adalah tentang hidup sederhana, melayani tanpa pamrih, dan merasakan kehangatan persaudaraan sesama Dominikan. Setiap tahun, momen berkumpul bersama dengan para Bruder untuk merayakan persaudaraan adalah saat yang paling berkesan baginya.

“Memang ada hal yang mengubah keputusan saya untuk menjadi bruder. Awalnya, saya melamar ke Dominikan ingin menjadi seorang Romo, dalam perjalanan dan pemurnian diri, Saya melihat Tuhan menginginkan saya. menjadi seorang Bruder,” tegas Bruder Andreas OP, (08/07).

Hal itupun, ia ‘Imani’ sebab, menurut pengakuannya bahwa Bruder Andreas OP merasakan bisa menjadi diri sendiri. Dia dengan terang mengatakan bahwa dirinya dapat melayani secara total tanpa ada kendala  apapun, misalkan tidak perlu memikirkan konflik jadwal memimpin Misa seperti seorang Romo dengan pelayanan.

Halaman:

Tags

Terkini