Uskup Agustinus menutup homilinya dengan ajakan untuk senantiasa berperan aktif sebagai garam dan terang dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap orang dipanggil untuk menjadi perantara kasih Tuhan melalui tindakan baik bagi semua orang.
"Kita dipanggil untuk menjadi perantara kasih Tuhan melalui tindakan-tindakan kecil yang berdampak positif bagi orang lain. Dalam segala hal, Tuhanlah yang menyempurnakan usaha kecil kita,” kata Uskup Agustinus, (08/08).
Acara tersebut juga menjadi kesempatan bagi komunitas Dominikan di Pontianak, mulai dari Suster Dominikan, Dominikan Awam dan keluarga besar Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo untuk bersyukur atas segala pencapaian dan merenungkan peran mereka dalam kehidupan gereja dan masyarakat.
Selain perayaan misa, acara diisi dengan kegiatan komunitas, makan malam bersama dan sesi hiburan dengan melibatkan seluruh umat.
Dengan semangat Santo Dominikus de Guzman yang menginspirasi, perayaan ini meninggalkan pesan melalui homili Uskup Agustinus bagi semua yang hadir, mengingatkan akan panggilan mereka untuk menjadi garam dan terang di dunia.
Hadirnya Santo Domikus dan kekaryaan-nya
Sebelum mulai perayaan hari suci itu, Pastor Johanes Robini Marianto OP berterima kasih kepada Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus karena diberikan kesempatan untuk berkarya dalam bidang pendidikan dan memang itulah ‘khas dari Dominikan’ yakni ‘cara hidup intelektual’.
Dan Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus memberikan ‘ruang’ pelayanan itu kepada komunitas Dominikan Pontianak.
Pastor Rubini OP menegaskan tentang semangat Dominikan yakni semangat ‘demokrasi’ – atau bahasa Paus Fransiskus baru-baru ini ‘tentang Sinodal’ – artinya berjalan bersama – sama.
Dia menyebutkan bahwa Ordo Dominikan sebenarnya ordo pertama yang melakukan voting, termasuk kepala pimpinan hanya memiliki satu hak suara.
“Sebagai Dominikan, semangat yang menjadi khas dari anggotanya adalah mereka yang belajar bersama, dan maju juga bersama-sama. Sinodal atau berjalan bersama-sama inilah yang menjadi salah satu khas dari cara Dominikan,” kata Pastor Robini OP. (08/08).
Hal istimewa lain dari dominikan, tambah Pastor Robini OP yaitu hidup study intelektual di mana konteks lahirnya Dominikan adalah melawan ajaran sesat. Maka untuk menjadi seorang yang mengerti dan memahami untuk melawan ajaran sesat harus mengerti dan study.
“Hidup intelektual sangatlah penting. Hidup intelektual menggantikan kerja tangan,” kata Pastor Robini OP (08/08).
Apa bedanya Ordo Dominikan dengan Ordo yang lain sebenarnya?
Pastor Robini OP menjelaskan bahwa sebelum lahirnya Ordo Dominikan, sebenarnya sudah ada Ordo yang lain misalnya Ordo Benediktin (Santo Benediktus), Ordo Agustin (Santo Agustinus) yang menekankan tentang hidup dalam kesunyian atau ‘pertapaan’.