religi

2 November Gereja Katolik Peringati Hari Arwah Seduni, Begini Sejarahnya yang Umat Katolik Harus Tahu

Rabu, 1 November 2023 | 05:00 WIB
Umat Katolik di Kota Kupang sedang membakar lilin di salah satu TPU yang ada di Kota Kupang saat perayaan Hari Arwah Sedunia, Rabu (2/11/2022). (victorynews.id/simon selly)

Praktik ini juga berkaitan dengan konsep "Api Penyucian."

Kitab Perjanjian Baru secara implisit mengajarkan tentang masa pemurnian yang dialami oleh umat beriman setelah kematian.

Baca Juga: Jude Bellingham Sabet Gelar Kopa Trophy 2023, Begini Komentar Pemain Berpaspor Inggris Itu

Yesus mengajarkan bahwa ada dosa yang dapat diampuni setelah kehidupan di dunia ini (lihat Matius 12:32), mengisyaratkan adanya tempat atau keadaan yang bukan Surga atau neraka, karena di Surga tidak ada dosa dan di neraka tidak ada pengampunan dosa. Rasul Paulus juga menyatakan bahwa kita diselamatkan, "tetapi seolah-olah melalui api" (1 Korintus 3:15).

Para Bapa Gereja, termasuk St Agustinus, merumuskan ajaran tentang pemurnian jiwa setelah kematian.

Baca Juga: Jude Bellingham Sabet Gelar Kopa Trophy 2023, Begini Komentar Pemain Berpaspor Inggris Itu

Pada awalnya, nama-nama jemaat yang wafat dicatat di atas plakat diptych.

Pada abad ke-6, komunitas Benediktin memperingati jiwa-jiwa yang meninggal pada hari perayaan Pentakosta.

Perayaan Hari Arwah menjadi peringatan universal, di bawah pengaruh rahib Odilo dari Cluny pada tahun 998, ketika ia menetapkan perayaan tahunan pada tanggal 2 November di rumah-rumah ordo Benediktin.

Baca Juga: Kasus Rangka eSAF Picu Harga Honda BeAT Bekas Anjlok, Begini Keluhan Padagang Motor Bekas Merek Honda

Sekarang, Gereja Katolik merayakan Hari Arwah pada tanggal 2 November, seperti juga dilakukan oleh Gereja Anglikan dan sebagian gereja Lutheran.

Alasan pemilihan bulan November untuk Hari Arwah tidak dijelaskan secara eksplisit.

Tetapi jika kita melihat pada kalender liturgi Gereja, kita akan menemukan bahwa bulan November adalah akhir tahun liturgi.

Baca Juga: Prabowo Subianto Terpancing Tanggapi PDIP yang Sedih Ditinggal Jokowi: Kita Satu Bangsa, Satu Negara

Sebelum memasuki tahun liturgi yang baru dengan masa Adven sebelum merayakan Natal, Gereja mengajak kita merenungkan kehidupan sementara di dunia, akhir hidup kita yang akan datang, dan akhirnya, untuk dapat bergabung dalam bilangan para kudus di surga.

Halaman:

Tags

Terkini