Namun kenyataannya berbanding terbalik dengan yang dijanjikan.Korban dipekerjakan dengan paksa, disiksa dan diperjualbelikan, diperlakukan dengan tidak layak sebagai seorang makhluk ciptaan Allah yang diciptakan-Nya secitra, serupa dengan-Nya.
Lantas Dimanakah Hak Asasi Manusia?
Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, seorang imam Diosesan yang biasa disapa Romo Paschal.
Beliau adalah Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran-Perantau Keuskupan Pangkalpinang sejak tahun 2013 dan sampai sekarang.
Beliau mengajak peserta INFO JPIC yang hadir untuk tidak berdiam diri terhadap Human Trafficking yang terjadi di berbagai tempat. Melainkan beliau mengajak khususnya bagi Fransiskan/Fransiskanes untuk turun menanggulangi para korban human Trafficking dan tidak berdiam diri dalam tembok biara yang aman.
Mari kita mulai sekali lagi, karena sampai sekarang kita belum berbuat apa-apa. ( Ajakan Bapa Serafik St.Fransiskus Asisi).
Senin, 21 Agustus 2023, Masuk hari ketiga, peserta Info JPIC hari ini masih disuguhkan materi tentang perdagangan manusia. Namun kali ini didatangkan atau di undang secara khusus Pastor Mikhael Peruhe OFM, yang juga merupakan ketua Pemimpin Tarekat Fransiskan (PTF) Indonesia.
Sebagai seorang Fransiskan atau pengikut St.Fransiskus beliau mengatakan alangkah pentingnya pembaruan gereja terus menerus dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Pastor Mikhael juga mengajak para peserta info JPIC untuk mengambil tindakan konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai Fransiskan dengan semangat Keadilan, Perdamaian, dan Integritas Ciptaan (JPIC).
Pastor Mikhael juga mengingatkan kembali kepada Fransiskan/Fransiskanes yang hadir dalam pertemuan Info JPIC tentang warisan spiritual Santo Fransiskus yang menghubungkan Tuhan dengan alam ciptaan dalam segala aspek pandangan hidupnya.
Beliau menegaskan bahwa semangat ini harus hidup dalam diri para Fransiskan-Fransiskanes yang menamai diri pengikut St.Fransiskus untuk memandang semua ciptaan sebagai saudara, menghidupi nilai-nilai kasih dan perhatian terhadap lingkungan.
Paus Fransiskus melalui Ensiklik Laudato Si. Ingin kembali menyadarkan manusia akan tugas utamanya sebagai wakil Allah untuk merawat, memelihara dan menciptakan kembali (menyembuhkan) alam ciptaan yang rusak kembali menjadi baik adanya.
Dalam Ensiklik ini, Paus Fransiskus Menyebutkan inti ajaran Katolik adalah tekanan kepedulian terhadap makhluk ciptaan Tuhan dan kaum miskin.
Ia mendesak manusia untuk berkolaborasi secara moral untuk merawat lingkungan seperti yang tertulis dalam kitab Kejadian 2:15 bahwa kita memiliki tugas untuk “menjaga” dan “merawat” Bumi.
Saat ini bumi kita sedang terluka, dengan berbagai peristiwa akibat ulah manusia yang tidak pernah puas. Kerusakan alam, perdagangan Manusia dan sebagainya.