“Beribadah di waktu haraj (banyak manusia lalai) pahalanya seperi berhijrah kepadaku” (H.R Muslim)
Besarnya keutamaan beribadah di waktu lalai karena beratnya perjuangan di masa tersebut.
Menjalankan ibadah di tengah lingkungan yang turut menjalankan ibadah akan terasa mudah, tapi bagaimana dengan ibadah di waktu banyak orang sedang lalai?
Di waktu banyak orang yang lalai disitulah ujian yang sesungguhnya. Di saat tidak banyak orang yang lihat, di situlah keimanan kita akan diuji.
Beribadah di masa banyak orang sedang lalai adalah sebuah keutamaan yang besar.
3. Bulan Berpindahnya Kiblat
Kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin untuk melaksanakan shalat.
Sebelum Ka’bah menjadi kiblat seperti saat ini, dahulu Masidil Aqsa adalah kiblat pertama kali bagi kaum muslimin.
Perpindahan tersebut terjadi di pertengahan Syaban tahun kedua hijriyah.
Berpindahnya arah kiblat ini adalah peristiwa besar yang sangat ditunggu-tunggu oleh Rasulullah SAW
Dahulu umat yahudi sering mengolok-olok umat muslim karena beribadah menghadap arah yang sama dengan mereka.
Ketika kiblat berpindah dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah, Rasulullah bergembira karena dapat menyelisihi umat yahudi.
4. Bulan Turunnya Ayat Shalawat
Allah menjadikan Syaban sebagai bulan yang mulia di antaranya dengan menurunkan ayat perintah untuk bershalawat pada bulan ini.
Perintah tersebut tercantum dalam ayat berikut:
Artikel Terkait
Niat, Tata Cara dan Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
10 Doa Pendek Sehari-Hari Untuk Anak
Doa Kedua Orang Tua yang Masih Hidup atau yang Sudah Meninggal Dunia Arab, Latin dan Terjemahan
Doa Malam 1 Rajab 1444 Hijriah. Penuh Keberkahan, Baca Doa Rajab yang Pernah Dipanjatkan Nabi Muhammad SAW
Doa Bulan Syaban Menjelang Ramadhan 2023 Masehi atau 1443 Hijriah Sesuai Hadist Kitab Mishkat Al Masabih